Kamis 03 Sep 2026 05:15 WIB

Balas Serangan terhadap Pesta Pernikahan, IRGC Targetkan Kediaman Komandan AS di Kuwait

Tindakan AS akan memicu balasan yang lebih keras dari Iran.

Pangkalan Udara Ali Al Salem  di Kuwait. Pangkalan AS ini jadi salah satu yang diporakporandakan Iran.
Foto: Citra Satelit
Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait. Pangkalan AS ini jadi salah satu yang diporakporandakan Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan pasukan daratnya meluncurkan serangan rudal dan drone terhadap pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Kuwait pada Rabu (2/9/2026) dini hari. Serangan tersebut mengincar markas besar serta kediaman komandan AS di Pangkalan Udara Ali Al Salem.

Dalam keterangan resminya, Kantor Hubungan Masyarakat IRGC menyebutkan bahwa aksi tersebut merupakan balasan atas serangan militer AS terhadap sebuah rumah tinggal di Sirik. Serangan AS itu menewaskan empat orang, termasuk seorang anak-anak, serta melukai hampir 70 orang lainnya dalam apa yang disebut IRGC sebagai "kejahatan berat dan pelanggaran hak asasi manusia".

Baca Juga

Serangan militer AS tersebut menghantam sebuah pesta pernikahan dan mengubah suasana sukacita menjadi duka setelah bangunan kediaman warga hancur dihantam bom, tulis Al Mayadeen.

IRGC menjelaskan bahwa operasi rudal dan drone terhadap pangkalan di Kuwait dilancarkan secara serentak dengan serangan yang mengincar pangkalan-pangkalan AS di Yordania, Bahrain, dan Erbil. Pihaknya mengklaim serangan ke Pangkalan Udara Ali Al Salem mengakibatkan tewasnya sejumlah personel militer AS.

Lebih lanjut, IRGC menyatakan pasukannya berhasil membakar hangar drone dan platform peluncuran yang digunakan oleh drone AS dalam berbagai serangan, serta menghancurkan beberapa unit drone di lokasi tersebut.

photo
epa08571184 A handout photo made available by the Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) website; Sepah News shows, Iranian military fires a missile targeting a mock-up of US aircraft carrier in the strategic Strait of Hormuz, southern of Iran, 28 July 2020. Media reported that Iran held a war game at the Strait of Hormuz amid heightened tensions between Iran and the USA. EPA-EFE/HANDOUT HANDOUT EDITORIAL USE ONLY/NO SALES - ( EPA-EFE/HANDOUT HANDOUT EDITORIAL USE ONLY/)

 

 

 

Berita Lainnya

Rekomendasi