Rabu 02 Sep 2026 21:00 WIB

Perisai Achilles 2026, Koalisi Yunani Israel, dan Persiapan Turki: Berjayanya Kembali Wali Ottoman

Yunani dan Israel membuat aliansi untuk hadang kekuatan Turki.

Orang-orang yang berdiri di depan bendera raksasa Turki menyaksikan pilot militer Turki dari formasi Bintang Turki tampil saat perayaan 100 tahun Republik Turki di Istanbul, Turki, Ahad (29/10/2023).
Foto: EPA-EFE/ERDEM SAHIN
Orang-orang yang berdiri di depan bendera raksasa Turki menyaksikan pilot militer Turki dari formasi Bintang Turki tampil saat perayaan 100 tahun Republik Turki di Istanbul, Turki, Ahad (29/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, SIPRUS— Proyek ini mengambil nama dari legenda epik dalam sejarah. Sistem tersebut terdiri atas tujuh lapisan pertahanan dengan nilai mencapai 3,6 miliar dolar AS.

Persetujuannya berlangsung di tengah perubahan posisi dan aliansi militer baru yang menyentuh kawasan Asia, Eropa, dan Timur Tengah.

Baca Juga

Namun, apa yang membuat Athena tertarik menghidupkan kembali sejarah dan mitologi ketika sedang bersiap menghadapi perang?

Bukankah “Perisai Achilles” pada akhirnya tidak mampu mencegah sang pahlawan terkena anak panah mematikan di Troya, wilayah yang kini berada di bawah kedaulatan Turki?

Dan bukankah Muhammad al-Fatih kemudian berhasil menghancurkan tembok Bizantium dan mengakhiri keberadaan kekaisaran tersebut dalam sejarah peradaban, sebelum menggantinya dengan Istanbul?

Pada Desember lalu, dilansir Aljazeera, Rabu (2/9/2026), Menteri Pertahanan Yunani Nikos Dendias menyebut Turki SEBAGAI ancaman pertama dan utama bagi negaranya dalam pembahasan parlemen mengenai anggaran negara Yunani untuk 2026.

Pernyataan semacam itu bukan hal baru. Luka masa lalu kerap mewarnai pernyataan para pejabat Yunani terkait Turki.

Dalam sejumlah kesempatan, sikap tersebut bahkan terlihat seperti keinginan untuk membalas kekalahan masa lalu, sekaligus kekhawatiran menghadapi kemungkinan kekalahan lain di masa depan.

Di hadapan parlemen, Dendias mengatakan anggaran pertahanan Turki mencapai sekitar 34 miliar dolar AS, sementara Yunani hanya sekitar 7 miliar dolar AS.

Menurut Dendias, ancaman Turki terhadap Yunani bukan ancaman teoretis atau abstrak, melainkan ancaman yang dinyatakan secara terbuka.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi