REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM — Kelompok Pejuang Palestina, Hamas, mengecam keras aksi menerobos masuk yang baru-baru ini dilakukan Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, ke kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki. Hamas menilai aksi provokatif tersebut sebagai eskalasi berbahaya dalam kebijakan Israel terhadap situs suci umat Islam tersebut.
Ben-Gvir memasuki kompleks Al-Aqsa di bawah pengawalan ketat polisi pendudukan Israel. Sejumlah foto yang beredar di media sosial memperlihatkan dirinya tengah melakukan ritual Talmud di dekat Kubah Batu (Dome of the Rock).
Hamas menyatakan, aksi penerobosan berulang yang dilakukan Ben-Gvir merupakan bagian dari upaya sistematis Israel yang lebih luas untuk "Menodai dan Yudaisasi" Masjid Al-Aqsa.
Kelompok perlawanan Palestina tersebut menggambarkan insiden terbaru ini sebagai "serangan terang-terangan" terhadap kesucian masjid. Tindakan itu juga dinilai menunjukkan pengabaian total terhadap perasaan umat Islam dan status keagamaan Al-Aqsa di seluruh dunia Islam.
Hamas turut mengaitkan eskalasi ini dengan jadwal Pemilihan Umum (Pemilu) Israel yang kian dekat pada 27 Oktober mendatang. Elite politik Israel dituding sengaja memanfaatkan momen elektoral untuk meningkatkan serangan terhadap warga Palestina, tanah, serta situs-situs suci mereka.
Menteri Keamanan Nasional Israel dari faksi sayap kanan ekstrem tersebut kembali menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa bersama sekelompok pemukim Yahudi. Aksi ini melanggar kesepakatan status quo lama yang telah disepakati antara Israel dan Yordania.