Senin 31 Aug 2026 23:02 WIB

Sejumlah Fakta Ini Ungkap Betapa Rasulullah SAW Lebih Sering Berbagi Berita Gembira

Rasulullah SAW adalah sosok yang mulia.

Umat muslim berdoa saat berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW (Raudhah) dan dua sahabatnya Abu Bakar dan Umar bin Khattab di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, Kamis (4/5/2023).
Foto: Republika/Prayogi
Umat muslim berdoa saat berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW (Raudhah) dan dua sahabatnya Abu Bakar dan Umar bin Khattab di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, Kamis (4/5/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk menyampaikan kabar gembira dan melarang menimbulkan sikap antipati.

Beliau bersabda:

Baca Juga

بشِّروا ولا تنفِّروا، ويسِّروا ولا تعسِّروا

“Sampaikanlah kabar gembira dan jangan membuat orang menjauh. Permudahlah dan jangan mempersulit.”

Mendengar kabar-kabar yang menggembirakan dapat menambah semangat seseorang untuk bersungguh-sungguh dan tekun dalam menjalankan ketaatan. Nabi SAW misalnya, pernah menyampaikan kabar gembira kepada Utsman bin Affan RA dengan bersabda:

“Apa yang dilakukan Utsman setelah hari ini tidak akan membahayakannya.”

Kabar gembira itu justru semakin mendorong Utsman RA untuk berbuat kebaikan, kebajikan, dan ketaatan.

Menyampaikan kabar gembira juga merupakan bentuk dukungan moral dan penguatan yang sangat dibutuhkan. Hal itu tergambar dalam sikap Khadijah RA ketika Nabi SAW mengalami peristiwa yang berat. Ia berkata kepada beliau:

أبْشِرْ، فوالله لا يخزيك الله أبدًا

“Bergembiralah! Demi Allah, Allah tidak akan pernah menghinakanmu.”

 

Berita Lainnya

Rekomendasi