Senin 31 Aug 2026 15:01 WIB

Status Darurat Bencana Berakhir, EMT Muhammadiyah Tangani 2.222 Penyintas Gempa NTT

Jumlah pengungsi terbanyak ada di Kabupaten Manggarai sebanyak 50.556 jiwa.

Tim Lazismu membersamai warga terdampak gemba di NTT.
Foto: Erdy Nasrul/Republika
Tim Lazismu membersamai warga terdampak gemba di NTT.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Status keadaan darurat bencana pascagempa yang telah ditetapkan oleh Bupati Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, melalui surat keputusannya, Nomor 229/KEP/HK/2026, selama 14 hari telah berakhir yang dimulai pada 15 Agustus hingga 28 Agustus 2026.

Sampai hari ini, jumlah korban meninggal dunia pasgempa NTT sebanyak 120 jiwa. Penyintas yang mengalami luka-luka atau sakit sejumlah 1.658 jiwa. Sementara itu, jumlah penyintas yang mengungsi sebanyak 183.673 jiwa, berdasarkan data visual antarmuka yang disajikan BNPB per tanggal 31 Agustus 2026.

Baca Juga

Jumlah pengungsi terbanyak ada di Kabupaten Manggarai sebanyak 50.556 jiwa, selanjutnya disusul Kabupaten Nagekeo sejumlah 50.276 jiwa. Lalu di Kabupaten Manggarai Timur sekitar 30.098 jiwa, Kabupaten Manggarai Barat sebanyak 27.564, Kabupaten Ngada sejumlah 19.369 jiwa, Kabupaten Sikka 5.658 jiwa, dan Kabupaten Ende sebanyak 152 jiwa.

Kondisi para penyintas pascagempa NTT secara psikologis masih dalam situasi mental yang belum pulih. Karena itu, layanan kesehatan dan psikososial masih terus diberikan agar para penyintas mendapat penanganan yang aman dari tim medis.

Hingga 26 Agustus 2026, Kementerian Kesehatan menerjunkan 392 tenaga kesehatan. Merespons cepat krisis kesehatan pascagempa di tujuh kabupaten di Kepulauan Flores,NTT, seperti dilansir dalam laman resminya. Ada dua rumah sakit (RS) lapangan berbasis tenda udara didirikan untuk memastikan yang luka berat segera mendapat tindakan medis.

RS Lapangan Muhammadiyah Tangani 2.222 Penerima Manfaat

Melalui program Indonesia Siaga, Tim Medis Darurat (EMT) Muhammadiyah selama 30 hari dalam masa tugasnya masih akan terus melayani warga yang terdampak. Dalam laporan pelayanan kesehatan EMT yang diterima Lazismu, terhitung dari 17 Agustus 2026 hingga 28 Agustus 2026, tim medis darurat telah menangani 2.222 pasien lewat layanan kesehatan.

Dari aksi kemanusiaan tersebut, Rumah Sakit Lapangan EMT Muhammadiyah yang berstandar WHO, mendata status kesehatan warga terdampak berdasarkan kelompok umur. Selama dua pekan lebih berjalan, tim medis telah melayani kesehatan bayi, balita, anak, remaja, dewasa dan lansia.

Berdasarkan jenis kelamin, terdata ada 1.328 pasien perempuan, dan terdapat 894 pasien laki-laki dan 13 pasien ibu hamil telah menerima manfaat dari layanan kesehatan. Dengan demikian, EMT Muhammadiyah merinci bahwa berdasarkan usia terdapat 54 pasien bayi, 128 pasien balita, 178 pasien anak, 78 pasien remaja, 1.317 pasien dewasa dan 467 pasien lansia.

 

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi