Senin 31 Aug 2026 05:46 WIB

Maulid Nabi, Ini Pesan Lengkap Mojtaba Khamenei di Tengah Masa Sulit Melawan AS-Israel

Islam dan para pengikutnya telah mencapai persimpangan jalan yang menentukan

Warga Iran berjalan di depan foto Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei di Teheran, Ahad (19/4/2026).
Foto: EPA/Abedin Taherkenareh
Warga Iran berjalan di depan foto Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei di Teheran, Ahad (19/4/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Sayid Mojtaba Hosseini Khamenei mengecam para penguasa kriminal Amerika Serikat (AS) dan rezim Zionis yang tidak sah sebagai musuh bebuyutan persatuan dan persahabatan umat Islam.

Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Agung Seyed Mojtaba Hosseini Khamenei, mengeluarkan pesan pada kesempatan hari kelahiran Utusan Islam, Nabi Muhammad (SAW), dan Pekan Persatuan Islam, 30 Agustus 2026.

Baca Juga

Berikut adalah terjemahan lengkap dari isi pesan tersebut:

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

"Muhammad adalah Utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka" (Al-Quran 48:29).

"Saya menyampaikan selamat kepada bangsa Iran yang mulia dan Umat Islam yang besar dalam rangka memperingati hari kelahiran yang penuh berkah dari Sang Maha Tokoh, Makhluk Paling Mulia, Pelita yang Terang, Pilihan Allah, Kota Ilmu, Rahmat bagi Semesta Alam, Utusan Islam yang Terhormat (SAW), serta hari kelahiran yang penuh berkah dari putranya yang suci dan berbudi luhur, Bukti Nyata Allah, Imam Ja'far Shadiq (AS).

Sejak matahari keberadaan Nabi Akhir Zaman terbit di Kota Suci Makkah, ufuk keselamatan umat manusia—yang bergantung pada penyempurnaan penghambaan dan kepatuhan kepada Yang Maha Tinggi lagi Maha Kuasa—memperoleh kembali kecemerlangannya. Jiwa para nabi, para malaikat Allah, dan orang-orang suci tenggelam dalam kegembiraan, sementara setan-setan di kalangan manusia dan jin menggigit jari mereka karena marah, menyesal, dan berduka. Hal ini dikarenakan ciptaan Allah yang paling agung di seluruh alam wujud yang tak terhitung jumlahnya telah menapakkan kaki di bumi, yang segera akan mengenakan jubah kenabian dan penutup para nabi. Sambil memegang Alquran yang agung dan mengemban misi petunjuk yang komprehensif bagi umat manusia, ia akan mengarahkan gerak kafilah besar kemanusiaan menuju pengabdian kepada Allah dan kesempurnaan spiritual dalam perjalanan kepada-Nya.

Kehidupan Nabi dan kehidupan para penerusnya yang maksum adalah seluruhnya pelajaran untuk petunjuk dan pengabdian; pelajaran tentang pemahaman spiritual dan cinta kasih; pelajaran tentang keimanan dan jihad; pelajaran tentang tata cara hidup serta etika individu dan sosial; pelajaran tentang sifat amanah dan kejujuran; pelajaran tentang kehormatan dan martabat; pelajaran tentang ilmu dan amal; pelajaran tentang belas kasih dan ketegasan; pelajaran tentang keadilan dan kearifan; serta pelajaran tentang persatuan dan persaudaraan. Semakin baik pelajaran-pelajaran ini dipelajari dan diamalkan, semakin pula puncak-puncak kemakmuran dan kebahagiaan dapat dicapai oleh seluruh umat manusia. Kami percaya bahwa jiwa suci Nabi Rahmat, begitu pula jiwa-jiwa suci para penerusnya yang maksum serta para Bukti Allah yang maksum (saw) senantiasa mengawasi, membimbing, dan penuh kasih sayang terhadap situasi kaum Muslimin dan masyarakat Islam. Kapan pun sebuah kesalahan dilakukan oleh anak-anak dari ayah yang penuh kasih dan mulia ini, jiwanya merasa berduka. Dan kapan pun umat Islam bertindak selaras dengan pelajaran dan petunjuknya, hati beliau yang penuh berkah menjadi bersuka cita.

Berita Lainnya

Rekomendasi