Ahad 30 Aug 2026 17:55 WIB

Muktamar NU Ricuh, Gus Yahya Minta Massa Pendukung Gus Yusuf Tenang

Kericuhan sempat terjadi setelah pimpinan sidang mengesahkan klausul,

Rep: Muhyiddin/ Red: Fitriyan Zamzami
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.
Foto: Edwin Putranto/Republika
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.

REPUBLIKA.CO.ID, JOMBANG -- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf meminta massa pendukung KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) untuk tetap tenang dan tidak memaksakan masuk ke arena sidang pleno Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Ahad (30/8/2026).

Dalam pernyataannya, Gus Yahya menegaskan akan berupaya mencari jalan keluar yang bijaksana terkait aspirasi yang disampaikan para pendukung Gus Yusuf, sembari tetap menghormati keputusan yang telah diambil para muktamirin.

Baca Juga

“Saya ingin menyampaikan pesan kepada teman-teman yang sekarang sedang melakukan protes di tempat sidang pleno. Saya mohon agar lebih tenang. Saya pribadi berjanji akan ikut berusaha mencari jalan keluar yang bijaksana dari persoalan ini agar semua bisa tenang,” ujar Gus Yahya.

Gus Yahya menyampaikan bahwa Gus Yusuf merupakan salah satu kader terbaik yang dimiliki Nahdlatul Ulama. Menurutnya, jika bergantung pada keinginan pribadi, ia ingin seluruh kader terbaik NU memperoleh kesempatan untuk berkhidmah.

“Sebetulnya saya mengakui bahwa beliau adalah kader yang unggul. Seandainya tergantung saya pribadi, saya ingin semua bisa diakomodasi, semua mendapat kesempatan. Tapi para muktamirin sudah membuat keputusan,” katanya.

Karena itu, Gus Yahya mengimbau seluruh calon ketua umum untuk tidak mengabaikan potensi besar yang dimiliki Gus Yusuf, siapa pun yang nantinya dipilih oleh Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031.

photo
Simpatisan salah satu calon Ketua Umum PBNU saling dorong dengan petugas keamanan saat menggelar aksi demonstrasi di pintu akses Sidang Pleno IV Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Gedung Serba Guna, Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur, Ahad (30/8/2026). - (ANTARA FOTO/Syaiful Arif)

 

Berita Lainnya

Rekomendasi