REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Kesaksian sejumlah tentara dan perwira Israel mengungkap dugaan bahwa milisi-milisi Palestina bersenjata yang mendapat dukungan Israel telah melakukan kejahatan perang dan berbagai pelanggaran terhadap warga Jalur Gaza.
Tindakan tersebut antara lain berupa penembakan terhadap warga, pengusiran dari rumah, penjarahan harta benda, hingga pembakaran rumah.
Temuan tersebut terungkap dalam investigasi yang diterbitkan surat kabar Israel, Haaretz, dikutip Aljazeera, Sabtu (29/8/2026).
Dalam laporan itu disebutkan terdapat lima milisi bersenjata yang beroperasi di enam lokasi di Jalur Gaza dan memperoleh dukungan finansial serta militer dari Israel.
Menurut Haaretz, militer Israel dan Shin Bet, badan keamanan dalam negeri Israel, memberikan dukungan kepada kelompok-kelompok tersebut serta menjalin hubungan erat dengan mereka.
Dukungan itu diberikan karena kelompok-kelompok tersebut memiliki permusuhan terhadap Hamas.
Seorang perwira Angkatan Udara Israel yang dikutip Haaretz mengatakan pemerintah Israel, militer, dan Shin Bet mengirim milisi bersenjata yang telah dilatih untuk melakukan kejahatan perang di Gaza.
Perwira tersebut juga mengungkapkan bahwa Angkatan Udara Israel menerima instruksi untuk melindungi milisi-milisi itu ketika menjalankan operasi agar mereka tidak menjadi sasaran serangan.
Berdasarkan investigasi yang dilakukan Haaretz dengan mengandalkan kesaksian tentara Israel, peta satelit, serta wawancara dengan warga Gaza, terdapat "koordinasi yang sangat mendalam" antara milisi-milisi di Gaza dengan militer Israel dan Shin Bet.
Surat kabar tersebut menyebut milisi Palestina bersenjata itu telah berubah menjadi semacam tangan operasional militer Israel dan Shin Bet di Jalur Gaza.