Jumat 28 Aug 2026 20:07 WIB

Akui Perintahkan Bunuh Tujuh Aktivis WCK di Gaza, Komandan Israel Menolak Minta Maaf

Tujuh relawan yang gugur yakni warga negara Palestina, Inggris, Australia, Kanada.

Kolonel Nochi Mendel
Foto: Tangkapan Layar ABC
Kolonel Nochi Mendel

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Seorang komandan militer Israel yang memerintahkan serangan drone hingga menewaskan tujuh relawan kemanusiaan internasional di lembaga World Central Kitchen (WCK) di Gaza menyatakan tidak menyesali perbuatannya.

Kolonel Nochi Mendel, yang memimpin operasi tersebut, menegaskan kepada stasiun TV publik Australia, ABC, bahwa ia tetap pada keputusannya untuk menyerang konvoi bantuan pada 1 April 2024 lalu.

Baca Juga

Tujuh relawan yang tewas mencakup warga negara Palestina, Inggris, Australia, Kanada, dan Polandia. Menurut laporan ABC yang dilansir Middle East Eye, pernyataan Mendel tersebut direkam dalam sebuah wawancara pada Oktober 2025.

"Saya komandannya, dan sayalah yang memberikan perintah untuk menjalankan operasi tersebut. Saya tidak lari dari tanggung jawab. Saya katakan saya yang memberi perintah; jangan salahkan orang lain,"ujar Mendel.

Mendel mengklaim tidak berniat membunuh para pekerja WCK. Meski demikian, dia menambahkan, "Saya tidak menyesal atas apa yang telah saya lakukan."

Akibat serangan tersebut, ia dicopot dari jabatannya sebagai kepala staf brigade infanteri Nahal militer Israel. Pihak militer Israel mengaitkan serangan itu dengan serangkaian kegagalan, termasuk pelanggaran aturan keterlibatan (rules of engagement) dan prosedur operasional standar (SOP).

photo
Relawan World Central Kitchen di Gaza- (EPA-EFE/HAITHAMI IMAD)

 

Berita Lainnya

Rekomendasi