Jumat 28 Aug 2026 17:27 WIB

Keadilan Ekonomi dalam Ikrar Khalifah Umar: Kelebihan Harta Kaum Kaya Harus Kembali ke Fakir Miskin

Umar mewariskan keteladanan seorang pemimpin dalam memandang kekayaan dan kemiskinan.

Rep: Fuji Eka Permana,/ Red: A.Syalaby Ichsan
Umar bin Khattab
Foto: dok wiki
Umar bin Khattab

REPUBLIKA.CO.ID, Khalifah Umar bin Khattab Radhiyallahu anhu mewariskan keteladanan tentang bagaimana seorang pemimpin memandang kekayaan dan kemiskinan.

Di pengujung pemerintahannya, Umar berikrar akan mengambil kelebihan harta dari kaum kaya dan mengembalikannya kepada fakir miskin. Ikrar tersebut menjadi salah satu gambaran kuat tentang tekadnya menjaga keadilan sosial di tengah masyarakat.

Baca Juga

Namun takdir berkata lain, Khalifah Umar bin Khattab wafat sebagai syahid akibat tikaman pengkhianatan, sebelum sempat menunaikan janjinya itu.

Kabar duka itu mengguncang seluruh kaum Muslimin. Di antara yang pilu menangis adalah Ali bin Abu Thalib Radhiyallahu anhu. Sambil berdiri di hadapan jenazah sang khalifah, Ali berkata lirih, “Sesudah Rasulullah, tak ada orang yang lebih kucintai daripada engkau, wahai Abu Hafs.

Sesungguhnya yang tidak menyukai ketegasan, keketatan, dan kezuhudan Khalifah Umar bin Khattab bukanlah rakyat, melainkan hanya sekelompok orang yang berambisi memperoleh kekayaan dengan cara yang tidak sah. Ketika Khalifah Umar wafat, pada umumnya kaum Muslimin menangis. Di bawah pemerintahan Umar, mereka merasa terjamin keamanan dan keselamatannya. Mereka memandangnya sebagai seorang pemimpin sekaligus khalifah yang benar-benar menjunjung tinggi keadilan.

Dikutip dari buku Imamul Muhtadin yang ditulis HMH Al-Hamid Al-Husaini, sebelum gugur sebagai korban pembunuhan, Khalifah Umar bi Khattab telah bersumpah, bahwa sekiranya ia masih hidup hingga satu tahun lagi, ia akan mengambil kelebihan harta kaum kaya untuk dibagikan kepada kaum fakir miskin.

photo
Prasasti Umar bin Khattabb - (Dok Istimewa )

 

Berita Lainnya

Rekomendasi