Kamis 27 Aug 2026 19:53 WIB

Dukung Muktamar, ITMI Berharap NU Ikut Berantas Buta Huruf Alquran Braille

Program yang didorongnya adalah pemberantasan buta huruf Alquran Braille.

Rep: Muhyiddin/ Red: A.Syalaby Ichsan
Sejumlah penyandang tunanetra membaca Alquran Braille saat mengikuti kegiatan Tadarus Nasional Alquran Braille di Masjid Raya Cipinang Muara, Jakarta, Sabtu (7/3/2026). Pengurus Pusat Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H dengan menyelenggarakan kegiatan Tadarus Nasional Alquran Braille. Kegiatan rutin tahunan ini diikuti ratusan penyandang tunanetra dari pengurus wilayah ITMI se-Indonesia secara online, sekaligus mendukung program pemberantasan buta huruf Alquran Braille.
Foto: Republika/Prayogi
Sejumlah penyandang tunanetra membaca Alquran Braille saat mengikuti kegiatan Tadarus Nasional Alquran Braille di Masjid Raya Cipinang Muara, Jakarta, Sabtu (7/3/2026). Pengurus Pusat Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H dengan menyelenggarakan kegiatan Tadarus Nasional Alquran Braille. Kegiatan rutin tahunan ini diikuti ratusan penyandang tunanetra dari pengurus wilayah ITMI se-Indonesia secara online, sekaligus mendukung program pemberantasan buta huruf Alquran Braille.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (PP ITMI) Yogi Madsuni menyampaikan ucapan selamat atas pelaksanaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur. Ia berharap forum permusyawaratan tertinggi NU tersebut turut memperkuat keberpihakan organisasi terhadap penyandang disabilitas, khususnya tunanetra Muslim.

Muktamar Ke-35 NU berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 dengan mengusung tema "Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa". Forum akbar ini menjadi momentum bagi NU untuk menentukan arah perjuangan organisasi dalam lima tahun mendatang.

Baca Juga

"Selamat atas Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang, Jawa Timur. Semoga NU lebih baik, lebih bagus, dan lebih mengakomodir, terutama mengakomodir terkait dengan kepentingan juga penyandang disabilitas, khususnya disabilitas netra yang Muslim," ujar Yogi dalam keterangannya, Kamis (27/8/2026).

Menurut dia, ITMI dan NU memiliki ruang perjuangan yang dapat terus dikerjakan secara bersama-sama, terutama dalam membangun kehidupan keagamaan yang inklusif dan mudah diakses penyandang disabilitas."Karena kami bersama NU, tentunya bergandengan,”kata dia.

Yogi berharap hubungan antara ITMI dan NU semakin diperkuat melalui program-program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi penyandang disabilitas netra Muslim. Ia secara khusus berharap program inklusi antara NU dan ITMI dapat terus berjalan dan berkembang.”Semoga juga program inklusi di Nahdlatul Ulama bersama Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia selalu bergandengan," kata dia.

photo
Presiden RI Prabowo Subianto membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). - (BPMI Setpres)

Menurut Yogi, inklusi dalam kehidupan keagamaan tidak sekadar memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk menghadiri kegiatan keagamaan. Lebih dari itu, akses terhadap pendidikan dan pembelajaran agama juga harus menjadi perhatian.

Salah satu program yang didorongnya adalah pemberantasan buta huruf Alquran Braille. Program tersebut menjadi bagian dari perjuangan ITMI untuk meningkatkan kemampuan penyandang disabilitas netra Muslim agar dapat membaca dan mempelajari Alquran secara mandiri."Kami memiliki program pemberantasan buta huruf Alquran Braille, semoga dapat didukung oleh Nahdlatul Ulama,"ujar dia.

Yogi berharap luasnya jaringan NU di berbagai daerah dapat menjadi ruang kolaborasi untuk memperluas pembelajaran Alquran Braille. Dengan demikian, semakin banyak penyandang disabilitas netra Muslim yang memperoleh akses terhadap pendidikan Alquran.

Berita Lainnya

Rekomendasi