Rabu 19 Aug 2026 14:33 WIB

Baznas Buka Dapur Umum Penuhi Kebutuhan Pangan Pengungsi Gempa NTT

Baznas juga akan terus memantau perkembangan kondisi masyarakat.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Muhammad Hafil
Warga berjalan di dekat bangunan Masjid Al-Istiqomah Ronting yang rusak akibat gempa bumi di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026). Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026, dengan sekitar 7.480 rumah dan lebih dari 40 tempat ibadah tercatat mengalami kerusakan.
Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Warga berjalan di dekat bangunan Masjid Al-Istiqomah Ronting yang rusak akibat gempa bumi di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026). Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026, dengan sekitar 7.480 rumah dan lebih dari 40 tempat ibadah tercatat mengalami kerusakan.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI melalui Tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) mendirikan dapur umum di wilayah terdampak bencana gempa bumi di Ponpes Pancasila, Desa Mata Air, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memastikan kebutuhan makanan para pengungsi terpenuhi.

Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad menyampaikan, pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk pangan masyarakat menjadi salah satu prioritas Baznas dalam penanganan bencana gempa bumi di NTT.

Baca Juga

"Dapur umum sudah mulai beroperasi untuk segera memproduksi sejumlah makanan dengan dibantu oleh sejumlah relawan dan warga setempat untuk menyediakan makanan siap saji bagi masyarakat di pengungsian," kata Idy melalui pesan tertulis yang diterima Republika, Rabu (19/8/2026).

Idy mengatakan, keterlibatan masyarakat diharapkan dapat mempercepat proses pelayanan sekaligus memperkuat koordinasi dalam penyaluran bantuan kepada para pengungsi. Jumlah makanan yang diproduksi melalui dapur umum akan terus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi