REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Hamparan tanaman cabai rawit merah membentang di area pertanian Pesantren Az-Zikra, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Di antara barisan tanaman yang menghijau, para petani memetik cabai yang telah matang untuk dipanen.
Meski demikian, ada satu kebiasaan yang membuat aktivitas bertani di tempat ini terasa berbeda. Sebelum memasuki kebun, para petani terlebih dahulu melantunkan zikir.
Pengasuh Pondok Pesantren Az-Zikra, KH Muhammad Abdul Syukur Yusuf mengatakan, para petani dibiasakan berzikir sebelum mulai bekerja. Zikir tersebut menjadi bagian dari ikhtiar agar kegiatan pertanian tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga memiliki dimensi spiritual.
"Sebelum masuk ke kebun, petani kita berdzikir dulu menyebut Masya Allah La Quwata illa Billah dalam kondisi bersuci," ujar Kiai Syukur saat berbincang dengan Republika di Pesantren Az-Zikra, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jumat (7/8/2026) sore.
Menurut dia, konsep tersebut merupakan bagian dari upaya Pesantren Az-Zikra membumikan zikir dalam berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari."Karena kami ingin membumikan zikir, ya walaupun belum ideal. Pelan-pelan mana yang kita bisa membumikan zikir," ucap penerus dakwah Ustadz Arifin Ilham ini.
Konsep itulah yang kemudian melahirkan istilah "Agro Zikir". Aktivitas pertanian di lingkungan pesantren dipadukan dengan pembiasaan zikir sebagai ikhtiar untuk mendapatkan hasil pertanian yang optimal.