Senin 10 Aug 2026 14:08 WIB

AS tak Permasalahkan Penolakan Netanyahu terhadap 15 Poin Board of Peace

Hamas menegaskan komitmennya untuk mematuhi peta jalan perdamaian dari Trump.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Knesset, parlemen Israel, di Yerusalem, 2 Februari 2026.
Foto: EPA/ABIR SULTAN
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Knesset, parlemen Israel, di Yerusalem, 2 Februari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON — Amerika Serikat (AS) tidak mengkhawatirkan penolakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terhadap rencana Gaza. Washington menilai penolakan tersebut sebagai bagian dari kampanye politik Israel, Axios melaporkan.

"Kami memahami kebutuhan politik Bibi (Benjamin Netanyahu). Kami tidak mempermasalahkannya selama dia terus melakukan apa yang kami minta, terutama terkait pembatasan serangan di Gaza," kata pejabat Gedung Putih seperti dikutip Axios.

Baca Juga

Pada Ahad(9/8/2026), Netanyahu mengumumkan Israel menolak rencana 15 poin Dewan Perdamaian untuk Jalur Gaza. Ia menegaskan militer Israel tidak akan meninggalkan wilayah tersebut sebelum Hamas dilucuti sepenuhnya.

Menurut The New York Times, pejabat Hamas meyakini Israel masih bekerja sama dengan Dewan Perdamaian terkait Gaza. Menurut pejabat tersebut, Netanyahu berbicara melalui telepon dengan utusan khusus Trump, Jared Kushner, pada pekan lalu. Netanyahu berjanji memberi kesempatan pada rencana 15 poin itu meski skeptis.

Netanyahu juga berjanji membatasi serangan terhadap Gaza agar proses demiliterisasi dapat dimulai, menurut pejabat tersebut. Pada 9 Oktober 2025, Israel dan Hamas, dengan mediasi Mesir, Qatar, Amerika Serikat, dan Turkiye, sepakat menjalankan tahap pertama rencana perdamaian yang diajukan Presiden AS Donald Trump.

Gencatan senjata di Gaza mulai berlaku pada hari berikutnya. Berdasarkan kesepakatan tersebut, pasukan Israel mundur ke wilayah yang disebut "garis kuning". Meski demikian, Israel masih mempertahankan kendali atas lebih dari 50 persen wilayah Jalur Gaza setelah penarikan tersebut.

photo
Board of Peace (ilustrasi) - (Board of Peace Org)

 

 

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi