Kamis 06 Aug 2026 12:40 WIB

Serangan Israel Terhadap Masjid di Tepi Barat Capai Rekor Tertinggi

Serangan-serangan awal melibatkan grafiti rasis, vandalisme dan pembakaran.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: A.Syalaby Ichsan
Warga Palestina melawan pemukim Israel  saat terjadi serangan malam hari di desa Sinjil, Tepi Barat pada dini hari tanggal 17 Juli 2026.
Foto: EPA/ATEF SAFADI
Warga Palestina melawan pemukim Israel saat terjadi serangan malam hari di desa Sinjil, Tepi Barat pada dini hari tanggal 17 Juli 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM — Pada tanggal 26 Juli dini hari, ketenangan di wilayah pendudukan Tepi Barat kembali terusik. Pihak pendudukan ilegal, yang didukung oleh pasukan Israel, melancarkan serangan yang menyasar desa-desa Palestina.

Di Qusra, sebuah desa di kegubernuran Nablus, Masjid Al-Rahma yang baru dibangun dibakar. Dinding-dindingnya dicoreti grafiti berbahasa Ibrani yang menuntut pembalasan.

Baca Juga

Di Desa Kur yang tak jauh dari situ, para pemukim Yahudi  menyerbu desa dan membakar sebuah masjid, menyebabkan kerusakan sebagian pada bangunan serta bagian dalamnya. Serangan-serangan ini terjadi di tengah eskalasi kekerasan yang lebih luas oleh penjajah di seluruh Tepi Barat, dikutip dari laman Anadolu Agency, Kamis (6/8/2026).

Upaya Israel menargetkan masjid bukanlah taktik baru. Selama satu dekade terakhir, pihak pendudukan ekstremis Israel dan pasukan keamanan telah meningkatkan serangan secara drastis terhadap masjid-masjid Palestina di seluruh wilayah pendudukan Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Menurut data dari Armed Conflict Location and Event Data Project (ACLED) dan Anadolu, tercatat ada 62 insiden yang melibatkan masjid antara tahun 2017 hingga pertengahan tahun 2026.

Analisis data yang dihimpun oleh ACLED juga menunjukkan bahwa serangan terhadap masjid-masjid Palestina telah meningkat secara signifikan selama satu dekade terakhir, dengan lonjakan tajam terutama setelah bulan Oktober 2023.

photo
Seorang pria Palestina memeriksa kerusakan di sebuah masjid akibat aksi pemukim Israel di desa Jiljilya, Tepi Barat, sebelah utara Ramallah, pada 17 Juni 2026. - (EPA/ALAA BADARNEH)

Berita Lainnya

Rekomendasi