REPUBLIKA.CO.ID, PASURUAN — Pondok Pesantren Darullughah Wadda'wah (Dalwa), Pasuruan, Jawa Timur, terus mengembangkan sistem pendidikan berbasis teknologi tanpa meninggalkan tradisi keilmuan pesantren. Digital Smart Board, sistem katalog perpustakaan digital, hingga pembelajaran multimedia menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang diterapkan di lingkungan pondok pesantren.
Salah satu pengajar Dalwa, Ustadz Imaduddin mengatakan, pengembangan teknologi berjalan seiring dengan pembinaan karakter dan penguatan kompetensi santri.
Menurut dia, pesantren juga menerapkan sistem pembinaan bakat secara terstruktur melalui Lajnah Divisi Kreativitas. Para santri yang memiliki potensi di bidang tertentu akan dipetakan melalui berbagai perlombaan sebelum mendapatkan pembinaan lanjutan.
"Di Dalwa ada Lajnah Divisi Kreativitas. Mereka mencari talenta melalui berbagai lomba. Misalnya untuk bidang musik, para pemenang kemudian dibina secara khusus. Di samping itu juga ada berbagai kegiatan ekstrakurikuler," ujar Imaduddin dilansir Kemenag, Senin (3/8/2026).
Selain pengembangan bakat, kemampuan bahasa asing menjadi salah satu program unggulan pesantren. Bahasa Arab digunakan sebagai bahasa sehari-hari di lingkungan pondok. Setelah menguasai bahasa Arab, santri dapat melanjutkan pembelajaran di kawasan English Area untuk memperdalam bahasa Inggris. Saat ini, Dalwa juga mulai mengembangkan pembelajaran bahasa Mandarin.