Ahad 26 Jul 2026 15:28 WIB

Mengungkap Hikmah di Balik Enam Perkara yang Dirahasiakan Allah kepada Manusia

Allah merahasiakan keridhaan-Nya di dalam ketaatan para hamba kepada-Nya

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: A.Syalaby Ichsan
Infografis 5 Pertanyaan yang akan Ditanyakan pada Hari Kiamat. Ilustrasi Allah
Foto: Republika.co.id
Infografis 5 Pertanyaan yang akan Ditanyakan pada Hari Kiamat. Ilustrasi Allah

REPUBLIKA.CO.ID,Allah SWT memiliki hikmah di balik setiap ketetapan-Nya, termasuk ketika merahasiakan sejumlah perkara dari pengetahuan manusia. Dalam kitab Nashaihul Ibad, Syekh Muhammad Nawawi bin Umar al-Banteni meriwayatkan perkataan Sayyidina Umar bin Khattab Radhiyallahu anhu tentang enam perkara yang sengaja dirahasiakan Allah agar manusia terus menjaga keimanan, memperbanyak amal saleh, dan tidak lengah dalam menjalani kehidupan.

Umar bin Khattab berkata, "Sesungguhnya Allah merahasiakan enam perkara di dalam enam perkara lainnya. Yaitu Allah merahasiakan ridha-Nya dalam perbuatan taat. Allah merahasiakan murka-Nya dalam perbuatan maksiat. Allah merahasiakan Lailatul Qadar dalam bulan Ramadhan. Allah merahasiakan wali-wali-Nya di tengah-tengah manusia. Allah menyisipkan kematian di sepanjang umur. Allah merahasiakan sholat Wustha di dalam sholat lima waktu." (Nashaihul Ibad, Syekh Nawawi al-Banteni)

Baca Juga

Allah merahasiakan keridhaan-Nya di dalam ketaatan para hamba kepada-Nya. Maksudnya agar manusia (hamba Allah) bersungguh-sungguh dalam berbuat ketaatan dengan harapan dapat menemukannya. Kita tidak boleh menghina ketaatan, meskipun sangat kecil karena bisa jadi keridhaan Allah terdapat di dalamnya.

Allah merahasiakan kemurkaan-Nya di dalam kemaksiatan, maksudnya agar manusia menjauhi perbuatan maksiat. Kita tidak boleh meremehkan perbuatan maksiat walaupun sangat kecil. Karena di dalam maksiat terdapat kemurkaan Allah.

Allah merahasiakan Lailatur Qadar pada bulan Ramadhan, maksudnya agar manusia bersungguh-sungguh menghidupkan bulan Ramadhan dengan cara memperbanyak ibadah, karena pahala sunnah pada bulan Ramadhan bagaikan pahala fardhu pada bulan yang lainnya. Hal itu sebagaimana yang diterangkan dalam sebuah hadits, bahwa ibadah sunnah yang dikerjakan bertepatan dengan malam Lailatul Qadar, nilainya sama dengan ibadah fardhu.

photo
Ikatan Pemuda Bomlama Rumbai (IPBR) menyalakan lentera yang digantung pada Lampu Colok berbentuk lafaz Allah di halaman Masjid Istiqomah di Pekanbaru, Riau, Senin (12/4/2021). Lampu colok ini sengaja dibuat panitia masjid dengan IPBR untuk memeriahkan suasana pada bulan suci Ramadhan 1442 H. Ilustrasi Ramadhan - (Antara/Rony Muharrman)

Berita Lainnya

Rekomendasi