Sabtu 25 Jul 2026 15:27 WIB

Apakah China dan Rusia Bantu Iran Serang Pangkalan AS? Ini Kata Media Barat

China dan Rusia memberikan dukungan ke Iran.

Warga Iran berkendara di samping rudal Iran, Zolfaghar, yang dipamerkan di Lapangan Azadi di Teheran, Iran, pada 24 Juli 2026.
Foto: EPA/ABEDIN TAHERKENAREH
Warga Iran berkendara di samping rudal Iran, Zolfaghar, yang dipamerkan di Lapangan Azadi di Teheran, Iran, pada 24 Juli 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON— Surat kabar The Guardian mengungkap bahwa Iran berhasil meningkatkan kemampuannya untuk menyerang pangkalan militer Amerika Serikat dan berbagai fasilitas vital di kawasan Timur Tengah.

Peningkatan kemampuan tersebut dicapai melalui kombinasi pengembangan teknologi rudal, pemanfaatan citra satelit, serta penerapan taktik militer yang terinspirasi dari pengalaman Rusia dalam perang Ukraina.

Baca Juga

Menurut Dan Sabbagh, editor urusan pertahanan dan keamanan The Guardian, serangan-serangan Iran belakangan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam hal akurasi dan daya hancur.

Di saat yang sama, dilansir Aljazeera, Sabtu (25/7/2026), serangan tersebut juga mengungkap kemungkinan adanya celah dalam sistem pertahanan udara Amerika yang ditempatkan di kawasan tersebut.

Laporan itu merujuk pada serangan terhadap Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania.

Pangkalan yang dilindungi sistem pertahanan rudal canggih Amerika, THAAD (Terminal High Altitude Area Defense), itu menjadi sasaran serangan yang menewaskan tiga tentara Amerika Serikat.

Citra satelit yang dipublikasikan media-media Iran menunjukkan sejumlah fasilitas di pangkalan tersebut mengalami kerusakan.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi