Rabu 22 Jul 2026 22:16 WIB

Mengapa Jutaan Dolar AS untuk Hasbara Gagal Pulihkan Keamanan Nasional Israel?

Israel gagal membangun propaganda buat dunia.

Ilustrasi penunjuk rasa menginjak bendera Israel,
Foto: Republika/Thoudy Badai
Ilustrasi penunjuk rasa menginjak bendera Israel,

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Anggaran bernilai puluhan hingga ratusan juta dolar yang selama ini digelontorkan Tel Aviv untuk memperbaiki citranya di mata dunia tampaknya tidak lagi mampu menutupi realitas yang terjadi di lapangan.

Pernyataan Wakil Presiden Amerika Serikat, J D Vance, mengenai kekalahan Israel dalam pertarungan opini publik menjadi penanda bahwa sistem propaganda Israel, yang dikenal dengan istilah hasbara, tengah menghadapi kegagalan strategis yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Baca Juga

Perubahan besar dalam lanskap politik dan digital ini mencerminkan krisis struktural yang jauh lebih dalam daripada sekadar persoalan pemasaran media.

Krisis tersebut menyentuh fondasi utama doktrin keamanan nasional Israel dan menandai dimulainya era baru ketika narasi kolonial yang selama ini dibangun semakin sulit dipertahankan.

Pakar urusan Israel, Muhannad Mustafa, menilai bahwa Israel sedang menghadapi keruntuhan menyeluruh atas narasi historis yang selama ini bertumpu pada dua pilar utama yaitu citra sebagai “korban” dan sebagai “negara demokratis”.

Menurutnya, perang di Jalur Gaza serta sistem yang oleh banyak pihak disebut sebagai praktik apartheid di Tepi Barat telah memperlihatkan wajah sebenarnya dari negara tersebut.

Dalam wawancaranya dengan Aljazeera, dikutip Rabu (22/7/2026), , Mustafa menyatakan bahwa pernyataan J D Vance memiliki bobot yang sangat besar karena datang dari seorang pejabat tinggi yang masih menjabat.

Pernyataan tersebut juga sejalan dengan berbagai hasil survei opini publik, termasuk penelitian dari Pew Research Center, yang menunjukkan bahwa sekitar 60 persen warga Amerika Serikat dan 67 persen generasi muda di berbagai negara memiliki pandangan negatif terhadap Israel.

Berita Lainnya

Rekomendasi