REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjadikan penguatan ketahanan pangan serta evaluasi tata kelola energi nasional sebagai salah satu bahasan penting dalam agenda Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-VIII yang digelar pada 24–26 Juli 2026.
Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud mengatakan agenda ekonomi dan pengelolaan sumber daya alam menjadi porsi penting yang akan dikaji oleh para ulama bersama para pemangku kebijakan.
"Kondisi pangan dan kedaulatan ekonomi kita akan dikritisi oleh para kiai, tokoh, dan akademisi guna memastikan kebijakan pembangunan berorientasi pada kemakmuran rakyat," kata dia dalam konferensi pers, Selasa (21/7/2026).
Marsudi menuturkan forum tersebut akan menelaah secara kritis realitas ketahanan pangan nasional, termasuk ketergantungan pada impor komoditas pangan di tengah predikat Indonesia sebagai negara agraris.
Selain sektor pangan, kongres juga menjadwalkan pembahasan khusus mengenai tata kelola energi dan sumber daya mineral, khususnya dampak lingkungan yang ditimbulkan dari aktivitas eksplorasi pertambangan.