Senin 13 Jul 2026 13:15 WIB

Heboh Emas 74 Kg di Rumah Pejabat, Ini yang Dilakukan Gubernur Muslim terhadap Harta Investasinya

Sejarah Islam mencatat betapa tinggi standar moral para pejabat Muslim.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: A.Syalaby Ichsan
Sahabat Nabi (ilustrasi)
Foto: Dok Republika
Sahabat Nabi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, Penemuan emas batangan seberat sekitar 74 kilogram beserta uang tunai dan mata uang asing bernilai ratusan miliar rupiah dari sebuah rumah mewah dan restoran yang diduga milik seorang pejabat negara di Sentul, Bogor, kembali mendapat sorotan publik. Integritas pejabat negara pun dipertanyakan.

Terlebih, catatan sejarah Islam telah menorehkan kisah mengenai betapa tinggi standar moral yang harus diusung pejabat negara yang seharusnya diterapkan pada masa kini.

Baca Juga

Sejarah Islam telah menghadirkan teladan yang kontras melalui sosok Sa'id bin Amir, gubernur pada masa Khalifah Umar bin Khattab yang justru menganggap datangnya harta sebagai ujian berat yang dapat melalaikan manusia dari Allah SWT.

Di tengah godaan kekayaan dan kekuasaan, sejarah Islam mencatat kisah-kisah langka para pejabat dan penguasa Muslim yang justru merasa gentar saat harta dunia datang menghampiri mereka. Bagi mereka, kekayaan bukanlah simbol status, melainkan ujian berat yang bisa menjauhkan dari Tuhan.

Kisah-kisah ini menjadi cerminan dari prinsip hidup sederhana dan zuhud, di mana jabatan dan kekuasaan digunakan sebagai jalan untuk melayani umat, bukan untuk menumpuk kekayaan pribadi.

Satu di antara pejabat dan penguasa Muslim yang takut saat mendapat harta dunia adalah Sa'id bin Amir. Nama lengkapnya Sa'id bin Amir bin Hudzaim Al-Jumahi Al-Qurasyi. Sa'id bin Amir masuk Islam sebelum perang Khaibar dan mengikuti berbagai peperangan bersama Nabi Muhammad SAW.

Berita Lainnya

Rekomendasi