Ahad 12 Jul 2026 15:10 WIB

Bentuk-Bentuk Perbuatan yang Menyakiti Allah SWT dan Akibatnya bagi Manusia

Menyakiti Allah SWT mempunyai dampak yang serius.

Mengingat Allah Ilustrasi.
Foto: ANTARA FOTO/Jojon
Mengingat Allah Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Orang yang paling rendah martabatnya dan paling hina adalah orang yang berbuat buruk kepada pihak yang berbuat baik kepadanya, menyakiti orang yang memberikan manfaat kepadanya, serta lebih memilih mengikuti pihak yang menjerumuskannya kepada kebinasaan.

Semua orang yang berakal sepakat bahwa perilaku seperti itu merupakan bentuk kehinaan. Sebab, orang tersebut telah mengingkari kebaikan dan tidak mensyukuri nikmat yang diterimanya.

Baca Juga

Jika hal itu saja dianggap tercela dalam hubungan antarmanusia, maka bagaimana jika terjadi antara seorang hamba dengan Penciptanya?

Allah SWT telah menciptakan manusia, memberinya rezeki, mencukupi kebutuhannya, serta melimpahkan berbagai nikmat kepadanya.

Setiap kebaikan yang diperoleh manusia berasal dari Allah, dan setiap keburukan yang terhindarkan darinya juga karena perlindungan Allah.

Namun demikian, banyak manusia yang justru menyakiti Tuhannya dengan berbagai bentuk kemaksiatan dan kedurhakaan.

Perkara pertama di antara di antara bentuk menyakiti Allah yang paling besar adalah mempersekutukan-Nya (syirik) dan menganggap bahwa Allah memiliki anak. Maha Suci Allah dari anggapan tersebut.

Meskipun manusia melakukan dosa besar itu, Allah tetap bersabar terhadap mereka. Dia tidak menghentikan rezeki mereka dan tidak segera menurunkan azab, padahal mereka layak menerimanya.

 

Berita Terkait
Berita Lainnya

Rekomendasi