Kamis 09 Jul 2026 09:17 WIB

MUI Minta Skema Pembiayaan Haji Dikembalikan pada Prinsip 'Haji Bagi yang Mampu'

Istilah subsidi dalam pembiayaan haji dinilai kurang tepat.

 Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis
Foto: ist
Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA —  Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis menilai skema pembiayaan haji perlu dikembalikan pada prinsip manista'a ilaihi sabila atau kewajiban haji bagi umat Islam yang mampu.

“Orang berangkat haji itu manista'a ilaihi sabila,” kata Kiai Cholil saat dikonfirmasi dari Jakarta, Rabu(8/7/2026), menanggapi usulan biaya haji serta usulan skema pembiayaan yang diajukan pemerintah untuk musim haji 2027.

Baca Juga

Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah mengusulkan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 2027 sebesar Rp107,34 juta per orang atau mengalami kenaikan dibandingkan dengan biaya haji tahun sebelumnya Rp87,4 juta.

Untuk menjaga keterjangkauan biaya yang dibayarkan langsung oleh jamaah, Kemenhaj mengusulkan skema pembiayaan dengan komposisi 60 persen berasal dari nilai manfaat hasil kelolaan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan 40 persen dari Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang murni dibayarkan calon jamaah haji.

photo
Jamaah haji kloter terakhir Aceh (kloter 14 BTJ) membawa koper setibanya di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, Aceh, Selasa (30/6/2026). Sebanyak 5.463 haji Aceh tahun 2026 yang terbagi dalam 14 kloter telah tiba kembali ke tanah air melalui Bandara Sultan Iskandar Muda. - (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Kiai Cholil mengatakan, istilah subsidi dalam biaya haji sebenarnya terbilang kurang tepat karena dana yang digunakan bukan berasal dari anggaran pemerintah, melainkan dari hasil pengembangan dana setoran awal calon jamaah selama masa tunggu keberangkatan.

“Sebenarnya di dalam ongkos haji itu nggak ada subsidi, karena milik dia sendiri. Jadi proses pengembangan selama waiting list itulah yang menjadi miliknya. Kalau udah pakai virtual account, ya nggak ada subsidi,” ujar Kiai Cholil.

Ia berpandangan pembagian hasil pengembangan dana haji saat ini perlu ditinjau kembali agar lebih berkeadilan bagi seluruh calon jamaah, termasuk mereka yang masih menunggu antrean keberangkatan.

photo
Infografis Perincian Biaya Haji 2026 per Embarkasi - (Republika)

 

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi