Rabu 08 Jul 2026 22:21 WIB

Buka Muktamar XXIII Al Washliyah, Ketua MPR RI Apresiasi Perjuangan Guru di Pelosok

Muktamar XXIII Al Jam'iyatul Al Washliyah diikuti sekitar 1.000 peserta.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Muhammad Hafil
Ketua MPR Ahmad Muzani.
Foto: BAZNAS
Ketua MPR Ahmad Muzani.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Muktamar XXIII Al Jam'iyatul Al Washliyah resmi dibuka oleh Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (7/7/2026) malam. Forum permusyawaratan tertinggi organisasi tersebut mengangkat tema "Berkhidmat untuk Umat, Menuju Indonesia Maju" sebagai arah pengabdian Al Washliyah bagi umat dan bangsa.

Dalam amanahnya Ketua MPR RI menyampaikan bahwa Indonesia sangat beruntung memiliki organisasi keagamaan seperti Al Washliyah karena mempunyai kader di daerah-daerah, di kampung-kampung kecil dan terpencil yang dakwahnya menjadi inspirasi serta membangun semangat optimisme bagi masyarakat yang ekonominya masih di bawah.

Baca Juga

"Coba bayangkan, kalau tidak ada organisasi keagamaan seperti Al Washliyah ini, betapa beratnya beban negara untuk mencerdaskan  anak-anak bangsa,” kata Muzani saat menyampaikan pidato arahan di pembukaan Muktamar ke XXIII Al Jam'iyatul Al Washliyah, Selasa (7/7/2026) malam.

Muzani juga mengapresiasi perjuangan guru-guru Al Washliyah di pelosok. Meski gajinya kecil dan tidak sebanding dengan biaya hidup, namun semangat mengajarnya sangat tinggi.

"Tadi saya mendengar dari Pak Doli (Ahmad Doli Kurnia Tanjung, Ketua Panitia Nasional Muktamar) Al Washliyah memiliki ribuan kader yang mengajar di madrasah-madrasah milik sendiri dengan kondisi yang memprihatinkan," ujar Muzani

Meski kondisinya memprihatinkan, ia mengungkapkan, semangat pengabdiannya tetap tinggi karena mengajar bagi mereka, tidak semata mencari dunia tetapi juga akhirat.

Dalam kesempatan itu Ketua MPR RI juga memberi peringatan dan nasehat kepada para guru dan kaum wanita, agar memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dengan baik.

 

"Sekarang semuanya ada di handphone. Mau belajar menjadi pengusaha, mau membuat kue, mau bikin rendang, mau buka warung bisa di handphone, tidak usah belajar jauh-jauh, jadi manfaatkanlah media sosial itu dengan baik dan jangan jadi korban,” ujar Muzani.

Ia menjelaskan, jika handphone dimanfaatkan dengan baik, maka alat komunikasi itu bisa menopang ekonomi para guru di mana pun lokasi mengajarnya.

Muktamar XXIII Al Jam'iyatul Al Washliyah diikuti sekitar 1.000 peserta dari 38 Pengurus Wilayah se-Indonesia, 7 Organisasi Bagian,198 Pengurus Daerah, Sejumlah Pengurus Luar Negeri seperti dari Malaysia, Inggris, Eropa dan Amerika Serikat, para Rektor atau Kepala Sekolah Tinggi Al Washliyah dan jajaran PB Al Washliyah lainnya.

Tampak di deretan kursi tamu, para pejabat tinggi dan tokoh masyarakat, di antaranya, Ketua MUI KH Abdul Manan Ghani, Ketua Harian PSI Ahmad Ali, Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid, Wamendes Ahmad Riza Patria, Ambassador of Palestine to Indonesia H.E. Mr. Abdel Fattah A.K. Alsattari, Kepala BIN Z Huda.

Pada momen pembukaan Muktamar ditandatangani MoU kerjasama program dan bantuan uang untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kesejahteraan guru-guru Al Washliyah senilai Rp 500 juta di tahap pertama dan Rp 500 juta di tahap berikutnya.

Berita Lainnya

Rekomendasi