REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pada masa Dinasti Umayah, sedikitnya 17 utusan Muslim tercatat mengunjungi Istana Cina. Di saat yang sama, Kerajaan Sriwijaya berkembang menjadi pusat perdagangan maritim yang menghubungkan Timur Tengah, Nusantara, dan Timur Jauh. Ramainya jalur pelayaran itu membuat para pedagang Arab dan Persia diduga telah menjadikan pelabuhan-pelabuhan Nusantara sebagai tempat persinggahan sejak abad ke-7 M.
Menjelang pertengahan abad ke-8 M, jumlah Muslim Arab dan Persia di Kanton telah berkembang sedemikian besar sehingga mereka mampu melakukan pemberontakan terhadap penguasa Cina. Alasan pasti pemberontakan tersebut tidak diketahui. Namun, tidak lama setelah Kanton kembali dibuka bagi kaum Muslim pada 176 H/ 792 M, pemerintah Cina mengangkat seorang Muslim sebagai pejabat yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban di kalangan masyarakat Muslim sekaligus mengawasi penerapan hukum Islam.
Prof. Azyumardi Azra dalam buku Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII-VXIII menjelaskan, pada tahun 131 H/ 748 M, seorang pendeta Cina bernama Kan Shin (Kien Chen) melaporkan keberadaan komunitas Po-sse (sangat mungkin merujuk pada Muslim Persia) dalam jumlah yang cukup besar di Pulau Hainan. Selain itu, terdapat pula pemukiman Muslim yang makmur di kota Yang Chou. Ketika penguasa setempat memberontak, pemerintah pusat Cina mengirim pasukan untuk menumpas pemberontakan tersebut. Dalam peristiwa itu, beberapa ribu pedagang Arab dan Persia yang bermukim di kota tersebut turut terbunuh, sementara harta benda mereka dirampas.
Melihat tingginya intensitas hubungan antara kaum Muslim di Timur Tengah dengan kawasan Timur Jauh, serta keberadaan berbagai pemukiman Muslim di Cina, cukup beralasan untuk mengasumsikan bahwa kaum Muslim Timur Tengah telah mengenal Nusantara, hal ini disampaikan Prof. Azyumardi Azra dalam bukunya. Demikian pula, dapat diduga bahwa mereka menjadikan sejumlah pelabuhan di Nusantara sebagai tempat persinggahan dalam perjalanan dagang mereka. Dugaan tersebut diperkuat oleh sejumlah riwayat sejarah.