REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menegaskan hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 Hijriyah/2026 Masehi akan menjadi pijakan utama dalam menyempurnakan layanan haji pada musim 1448 Hijriyah/2027 Masehi.
Rakernas tersebut menghasilkan empat agenda strategis yang mencakup peningkatan pelayanan jamaah, penguatan tata kelola, pengembangan ekosistem ekonomi haji, hingga transformasi sistem pengawasan berbasis digital.
Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Teguh Dwi Nugroho, saat menyampaikan laporan pada acara penutupan Rakernas Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026.
"Seluruh rumusan rekomendasi ini adalah wujud nyata dari komitmen kita bersama, sejalan dengan tema Rakernas tahun ini, yakni 'Berbenah Tanpa Henti, Menghadirkan Layanan Haji yang Humanis, Profesional, dan Adaptif'. Hasil evaluasi ini akan segera ditindaklanjuti ke dalam bentuk rancangan kebijakan dan pedoman teknis yang mengikat," ujar Teguh di Makodau I, Jakarta Timur, Senin (6/7/2026).
Ia melaporkan seluruh peserta Rakernas telah mengikuti rangkaian kegiatan, termasuk retret yang dipandu instruktur TNI dan Polri. Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi sarana penyegaran sekaligus penguatan nilai loyalitas, disiplin, dan profesionalisme aparatur.