
Oleh: Jurnalis Republika, Fernan Rahadi dari Madinah, Arab Saudi
REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH -- Di Madinah terdapat sebuah gunung yang menjadi saksi sejarah pertempuran kaum Muslimin yang dipimpin Nabi Muhammad SAW melawan kaum kafir yang dipimpin Abu Sufyan. Pada peperangan yang terjadi pada tahun ke-3 Hijriyah tersebut, kaum Muslimin mengalami kekalahan dari pasukan Quraisy.
Gunung yang terletak di utara Madinah dengan ketinggian sekitar 1.077 meter tersebut memanjang dari tenggara ke barat laut dengan panjang tujuh kilometer dan lebar hampir tiga kilometer. Di kaki gunung bagian selatan terdapat pemakaman para syuhada yang gugur dalam Perang Uhud. Salah satunya adalah paman Rasulullah, Hamzah bin Abdul-Muththalib, yang dijuluki Asadullah (Singa Allah).
Saat ini, di kaki gunung tersebut telah dibangun berbagai tempat wisata, di antaranya restoran-restoran yang menyajikan beragam hidangan lezat, termasuk masakan Nusantara. Seorang mukimin, Angga Anantataqwa, menuturkan Pemerintah Arab Saudi memang telah menetapkan tempat ini sebagai kawasan wisata. Salah satunya adalah Uhud Viewpoint, yakni tempat yang menjadi titik pemberangkatan jika pengunjung hendak naik ke puncak Gunung Uhud.
"Biasanya tempat ini ramai pada sore hari mulai pukul 16.00 hingga malam setelah Isya. Sedangkan pagi hari, tempat ini sudah buka sejak setelah Subuh sampai pukul 08.00," tutur Angga yang tengah menempuh studi S2 di Universitas Islam Madinah.
Selain banyak tempat nongkrong seperti kafe dan restoran di Uhud Viewpoint, para pengunjung juga bisa naik unta dengan biaya sekitar 10 SAR saja (Rp 50 ribu). Selain itu, pengunjung juga bisa menuju puncak Uhud menggunakan fasilitas mobil.
"Kita bisa melihat Kota Madinah dari puncak Uhud," kata Angga.
Lihat postingan ini di Instagram