Rabu 24 Jun 2026 13:07 WIB

Kasus Penyekapan di Bandung, MUI: Orang Tua Harus Awasi Hubungan Asmara Anaknya

Tindakan kekerasan terhadap korban merupakan bentuk pelanggaran berlapis.

Siti Marifah
Foto: Dok Istimewa
Siti Marifah

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Kasus penyekapan dan penyiksaan seorang wanita oleh kekasihnya di Bandung menjadi peringatan penting bagi keluarga untuk lebih memperhatikan pergaulan dan hubungan asmara anak. Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta setiap orang tua harus hadir sebagai pelindung bagi anak-anaknya.

Ketua MUI Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga (PRK), Dr Siti Ma'rifah mengatakan, belajar dari kasus tersebut, MUI menegaskan pentingnya peran keluarga dalam membangun perlindungan bagi anak-anak dan generasi muda.

Baca Juga

"Orang tua diminta memperkuat pengawasan terhadap hubungan asmara anak serta membekali mereka dengan nilai agama dan pemahaman agar mampu mengenali tanda-tanda hubungan yang tidak sehat," kata Siti Ma'rifah kepada Republika, Rabu (24/6/2026)

Siti Ma'rifah mengingatkan generasi muda untuk berani mengambil keputusan apabila pasangan mulai menunjukkan perilaku toxic, memaksakan kehendak, atau mengarah pada tindakan kekerasan.

photo
Petugas menggiring tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat Taufik Hidayat (tengah) setibanya di Polda Jabar, Bandung, Jawa Barat, Selasa (23/6/2026).. - (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

"Kalau orang yang dekat dengan kita ini sudah menunjukkan gejala-gejala dan memaksakan kehendak, tidak sehat, ya sudah harus segera ditinggalkan, mari kita menjaga keluarga kita," ujar dia.

MUI menegaskan, kasus penyekapan dan penyiksaan seorang wanita oleh kekasihnya di Bandung menjadi pengingat kekerasan, bahwa dalam relasi personal bukan hanya persoalan individu, tetapi juga menyangkut nilai kemanusiaan, agama, dan tanggung jawab sosial bersama.

 

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi