REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Menurut surat kabar Israel Maariv, Turki dinilai sebagai ancaman yang lebih besar dan lebih berbahaya bagi Israel dibandingkan Iran.
Penilaian ini didasarkan pada fakta bahwa Turki memiliki angkatan bersenjata terbesar kedua di NATO serta telah mencapai tingkat kemandirian sekitar 80 persen dalam industri pertahanannya.
Hal tersebut disampaikan dalam sebuah artikel yang diterbitkan pada Senin lalu, dikutip Aljazeera (23/6/2026) mengulas perkembangan pesat yang dicapai Turki dalam bidang industri pertahanan serta peningkatan kemampuan militernya dalam beberapa tahun terakhir.
Artikel itu juga menyoroti menurunnya tingkat keselarasan antara Washington dan Tel Aviv.
Disebutkan bahwa Israel belum sepenuhnya pulih dari keterkejutannya atas perubahan sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap sejumlah kebutuhan keamanan Israel di perbatasan utara.
Kini, menurut surat kabar tersebut, Israel menghadapi tantangan baru yang dinilai lebih berbahaya daripada Iran, yakni Turki.
Surat kabar tersebut menyoroti besarnya kekuatan angkatan bersenjata Turki, yang memiliki jumlah tank yang besar, termasuk tank tempur utama Altay.