Selasa 23 Jun 2026 10:15 WIB

Khofifah: Munas-Konbes NU 2026 Rumuskan Solusi atas Berbagai Persoalan Umat

NU didorong menghadirkan solusi nyata di tengah tantangan peradaban.

Ketua Umum Dewan Pambina Musilmat NU Khofifah Indar Parawansa bersiap untuk bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026). Presiden Prabowo menggelar pertemuan dengan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam, tokoh-tokoh muslim, serta pimpinan pondok pesantren untuk membahas dan  mengupdate perkembangan-perkembangan baik di dalam negeri maupun di luar negeri termasuk salah satunya  membahas keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) Gaza.
Foto: Republika/Prayogi
Ketua Umum Dewan Pambina Musilmat NU Khofifah Indar Parawansa bersiap untuk bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026). Presiden Prabowo menggelar pertemuan dengan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam, tokoh-tokoh muslim, serta pimpinan pondok pesantren untuk membahas dan mengupdate perkembangan-perkembangan baik di dalam negeri maupun di luar negeri termasuk salah satunya membahas keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) Gaza.

REPUBLIKA.CO.ID, KEDIRI -- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 menjadi forum strategis untuk merumuskan pandangan keagamaan sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan umat, bangsa, dan negara.

Khofifah yang juga Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan Munas-Konbes NU tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga wadah untuk memperkuat peran NU dalam menjawab tantangan zaman.

Baca Juga

“Pesan yang disampaikan Rais Aam menjadi pengingat bahwa menjaga marwah tidak cukup hanya menjaga integritas dan moralitas organisasi, tetapi juga harus diwujudkan melalui khidmat yang semakin nyata dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Khofifah dalam keterangan, Ahad (21/6/2026).

Menurut dia, arahan Rais Aam dapat menjadi panduan penting bagi seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama dalam memperkuat peran organisasi di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.

Khofifah optimistis forum permusyawaratan para ulama tersebut akan menghasilkan keputusan-keputusan yang mampu memperkuat peran NU dalam membangun kemaslahatan sosial, mempererat persaudaraan, serta menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini.

“Semoga Allah SWT memudahkan seluruh rangkaian musyawarah dan menghasilkan keputusan-keputusan terbaik yang membawa kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan negara, sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah,” ujarnya.

 

sumber : Antara
Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi