Senin 22 Jun 2026 16:35 WIB

Media Ungkap AS Berkongsi dengan Oposisi Israel Cari Pengganti Netanyahu

Warga Israel mendesak Netanyahu mundur dari Perdana Menteri.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Knesset, parlemen Israel, di Yerusalem, 2 Februari 2026.
Foto: EPA/ABIR SULTAN
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Knesset, parlemen Israel, di Yerusalem, 2 Februari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON-Pemerintah AS dilaporkan menjalin komunikasi dengan oposisi Israel di tengah kemungkinan perubahan pemerintahan Benjamin Netanyahu menyusul meningkatnya perbedaan pandangan antara Amerika Serikat dan Israel.

Channel 12 Israel melaporkan pada Ahad (22/6/2026) bahwa para pejabat di pemerintahan Presiden AS Donald Trump meyakini pemerintahan Netanyahu berpotensi digantikan.

Baca Juga

Karena itu, AS mulai menjalin kontak informal dengan tokoh oposisi seperti Naftali Bennett, pemimpin Partai Together, dan Gadi Eisenkot, pemimpin Partai Yashar, menurut laporan itu.

"Pemerintahan AS telah menyatakan keprihatinan terhadap kelompok garis keras dalam pemerintahan Netanyahu dan berupaya membangun basis dukungan publik baru menjelang pemilu," kata Channel 12 dalam laporannya.

Disebutkan pula, oposisi Israel dalam beberapa bulan terakhir berupaya membangun hubungan dengan pemerintahan AS, tetapi baru memperoleh hasil terbatas di kalangan pejabat yang mengkritik kebijakan Netanyahu.

"Langkah Amerika bertujuan memanfaatkan peluang politik di tengah krisis kepercayaan terhadap pemerintah Israel saat ini," sebut laporan itu.

Disebutkan, AS memandang perlu membangun "mekanisme kepercayaan informal baru" dengan Israel, meski Trump belum memberikan dukungan kepada tokoh politik Israel lainnya.

Sementara itu, jajak pendapat yang dimuat harian Maariv pada Jumat menunjukkan oposisi Israel berpeluang membentuk pemerintahan apabila pemilu digelar saat ini.

Oposisi diperkirakan meraih 61 kursi di parlemen, sementara blok Netanyahu memperoleh 49 kursi.

Survei tersebut juga menunjukkan partai-partai Arab berpotensi meraih 10 kursi dalam pemilu yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober.

Laporan itu muncul ketika AS dan Iran menggelar perundingan di Swiss dengan mediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik militer yang dipicu serangan AS-Israel terhadap Iran pada Februari.

Kesepakatan sementara menyerukan penghentian permusuhan di semua front, termasuk Lebanon. Namun, pemerintah Israel menolak mengaitkan isu Iran dengan Lebanon.

Netanyahu menegaskan Israel tidak akan menarik diri dari wilayah yang didudukinya di Lebanon selatan.

Menurut data resmi Lebanon, serangan Israel sejak 2 Maret telah menewaskan hampir 4.000 orang dan melukai lebih dari 12 ribu lainnya

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi