REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH— Di tengah zaman yang dipenuhi reaksi cepat, amarah yang mudah tersulut, dan dorongan untuk membalas dendam, muncul sebuah sikap langka yang menggugah hati dan menghidupkan kembali nilai-nilai kemanusiaan.
Sikap itu mengingatkan dunia bahwa akhlak mulia masih mampu mengalahkan rasa sakit, dan bahwa iman yang tulus dapat mengangkat manusia melampaui luka serta duka sedalam apa pun.
Warga Arab Saudi, Yahya Al-Qahtani, memperlihatkan pelajaran abadi tentang memaafkan, kesabaran, dan keikhlasan.
Dia mengukir sebuah kisah luar biasa tentang pengampunan dan kekuatan keyakinan yang akan terus dikenang dan diceritakan dengan penuh rasa hormat serta kekaguman oleh generasi mendatang.
Saat putra pelaku pembunuhan terhadap anaknya tengah menanti pelaksanaan hukuman qisas, dan di saat-saat yang paling berat bagi hati seorang ayah, Syekh Yahya Al-Qahtani melakukan sesuatu yang tak pernah terbayangkan.
المواقف الصعبه يبي لها رجال و #يحيى_بن_قانص_البشري_القحطاني احدهالرجال ..
الظنا غالي ولكن هذا الرجل الكريم الشهم المليئ بالرحمه والإنسانية تنازل لوجه الله الكريم لقاتل ابنه وذهب بنفسه دون أن يخبر أحد من يفعل فعله الا رجل إيمانه قوي ويطلب ما عند الله من رحمة ومغفره وجنة عرضها… pic.twitter.com/LswjFh8thb
— 🇸🇦 فيصل سعيد العنزي (@z_e999) June 16, 2026
Dia mendatangi sendiri rumah ibu dari pemuda yang telah membunuh anaknya.
Menjelang pelaksanaan hukuman, ia memasuki rumah itu bukan dengan membawa ancaman atau kemarahan, melainkan dengan membawa kedamaian dan pengampunan.
Di hadapan sang ibu yang diliputi kesedihan, ia menyatakan pencabutan tuntutannya dan memberikan maaf sepenuhnya kepada putranya semata-mata karena Allah Yang Maha Mulia.
شيخ العفو يحيى بن قانص البشري ولحظات إعلانه العفو عن ياسر السريعي في منزل أسرته وبحضور والدة ياسر وحديثه بكل صراحة عن قضية ابنه بندر رحمه الله وكيف استقبل أسرة المعفي عنه ياسر هذا الخبر والدته وإخوانه وأسرته والله نسأل أن يجزاه خير ويعوضه خيراً ويرحم ابنه بندر :::: pic.twitter.com/Z4Oftu0DQB
— تثليث (@TathleethCity) June 16, 2026