Kamis 18 Jun 2026 21:49 WIB

Di Balik Ritual Muharram yang Masih Dilestarikan Umat Muslim di Pulau Jawa

Tradisi Suroan masih lestari kuat di sejumlah daerah Jawa.

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah
Asap vulkanis keluar dari kawah Gunung Semeru saat warga melakukan tradisi Grebeg Suro di Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Selasa (16/6/2026). Berdasarkan data laman magma.esdm.go.id, Gunung Semeru menjadi gunung api paling aktif di Indonesia dengan 1.263 letusan sepanjang periode 1 Januari hingga 16 Juni 2026, disusul Gunung Ibu dengan 930 letusan dan Gunung Lewotobi Laki-laki sebanyak 215 letusan.
Foto: ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya
Asap vulkanis keluar dari kawah Gunung Semeru saat warga melakukan tradisi Grebeg Suro di Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Selasa (16/6/2026). Berdasarkan data laman magma.esdm.go.id, Gunung Semeru menjadi gunung api paling aktif di Indonesia dengan 1.263 letusan sepanjang periode 1 Januari hingga 16 Juni 2026, disusul Gunung Ibu dengan 930 letusan dan Gunung Lewotobi Laki-laki sebanyak 215 letusan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Bulan Muharram atau Suro dalam penanggalan Jawa tidak hanya dimaknai sebagai awal tahun baru Hijriyah, tetapi juga menjadi momentum pelaksanaan berbagai ritual yang telah diwariskan secara turun-temurun di sejumlah daerah.

Sebagian masyarakat Jawa meyakini bulan Suro sebagai waktu yang baik untuk menggelar tradisi khusus yang bertujuan memohon keselamatan, kesejahteraan, hingga mencari berkah.

Baca Juga

Sedangkan dalam Islam, Muharram merupakan salah satu bulan suci yang memiliki kedudukan istimewa.

Umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, termasuk berpuasa pada hari ke-10 Muharram atau Asyura. Namun, di tengah masyarakat Jawa, bulan ini juga diwarnai beragam tradisi yang masih terus dipertahankan hingga kini.

Sebagaimana dijelaskan dalam buku "Dakwah Kreatif: Muharam, Maulid Nabi, Rajab, dan Sya'ban", terdapat sejumlah ritual khas masyarakat Jawa yang biasa dilakukan pada bulan Suro.

Tradisi pertama adalah larung kepala kerbau yang digelar masyarakat Tulungagung, Jawa Timur.

Dalam ritual tersebut, kepala kerbau ditempatkan di atas sampan bersama tumpeng nasi kuning dan bunga-bunga, lalu dilarung ke Laut Selatan Popoh.

Prosesi ini disertai doa yang berisi permohonan keselamatan dan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.

Di Sukabumi, Jawa Barat, masyarakat menggelar ritual mandi suci di kawasan Pelabuhan Ratu. Ribuan orang biasanya memadati muara di sekitar Samudera Beach Hotel untuk melakukan penyucian diri pada awal bulan Suro.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi