Kamis 18 Jun 2026 16:07 WIB

Haru Biru Jamaah Haji Gelombang Dua Jelang Pulang ke Tanah Air

Rustiningsih terpanggil membantu Mbah Juyatmi karena tak punya pendamping khusus.

Kedatangan jamaah haji gelombang kedua di Grand Almadina Hotel, Madinah, Arab Saudi, Ahad (7/6/2026). Jamaah yang datang dari Makkah disambut oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak.
Foto: Republika/Fernan Rahadi
Kedatangan jamaah haji gelombang kedua di Grand Almadina Hotel, Madinah, Arab Saudi, Ahad (7/6/2026). Jamaah yang datang dari Makkah disambut oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak.

Oleh: Laporan Jurnalis Republika Fernan Rahadi dari Madinah, Arab Saudi

REPUBLIKA.CO.ID,MADINAH — Kepulangan jamaah haji Indonesia melalui Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, Arab Saudi, menyisakan berbagai kisah mengharukan dan penuh syukur.

Salah satunya datang dari Rustiningsih, seorang jamaah haji Kloter SOC 45 Solo asal Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang tak kuasa menahan air mata saat mengenang pengalamannya mendampingi seorang jamaah lansia selama menunaikan ibadah haji.

Baca Juga

Dalam wawancara di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, Selasa (16/6/2026), Rustiningsih mengaku bersyukur atas kesempatan berhaji bersama suaminya tahun ini.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas pelayanan yang diberikan kepada jamaah sejak berada di Makkah hingga Madinah."Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Kementerian Agama karena tahun ini pelayanan sangat bagus sekali. Dari hotel sampai di Madinah kami merasa bahagia. Tahun ini menjadi tahun yang paling istimewa," ujar dia kepada wartawan Media Center Haji (MCH).

Di tengah perjalanan ibadah haji, Rustiningsih bertemu dengan Mbah Juyatmi Trunojoyo, jamaah haji asal Blora berusia 85 tahun yang menempati kamar yang sama dengannya. Meski berbeda regu, keduanya menjalin kedekatan layaknya ibu dan anak.

Rustiningsih merasa terpanggil untuk membantu karena melihat Mbah Juyatmi tidak memiliki pendamping khusus."Saya kasihan sekali kepada Mbah. Saya menganggap beliau seperti ibu saya sendiri," katanya dengan mata berkaca-kaca.

Sejak saat itu, ia berusaha mendampingi Mbah Juyatmi dalam berbagai aktivitas selama menjalankan ibadah haji hingga proses kepulangan ke Tanah Air."Semoga ini menjadi amal ibadah saya selama di Tanah Suci," tuturnya sambil menahan tangis.

Sementara itu, jamaah haji asal Blora lainnya, Muhammad Annas, menyoroti kesigapan petugas haji dalam memberikan pelayanan kepada jamaah.

Menurut Annas, para petugas menunjukkan respons yang cepat ketika menemukan jamaah yang terpisah dari rombongan atau mengalami kesulitan selama pelaksanaan ibadah haji.

"Saya merasa senang dengan petugas-petugas. Kalau ada yang tercecer atau tersesat, mereka langsung menghampiri dan mengantar ke hotel maupun ke terminal,"kata dia.

photo
Petugas kesehatan membantu menyuapi seorang calon haji Indonesia saat kegiatan jemput bola Poli Risti (risiko tinggi) Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah di klinik kesehatan Sektor 9, Misfalah, Makkah, Rabu (29/5/2024). Tim dokter spesialis Poli Risti KKHI melakukan jemput bola pasien dengan mendatangi setiap sektor jamaah Indonesia berada untuk melakukan deteksi dini hingga pengobatan bagi pasien berisiko tinggi seperti penyakit jantung, paru, dan penyakit dalam lainnya.  - (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

 

Berita Lainnya

Rekomendasi