
Oleh: Laporan Jurnalis Republika Fernan Rahadi dari Madinah, Arab Saudi.
REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH — Sekitar dua bulan bertugas di Daerah Kerja (Daker) Makkah, Tim Layanan Lansia dan Disabilitas (Landis) Sektor 5 merawat serta mendampingi ribuan orang jamaah lanjut usia agar mereka dapat menjalankan rukun Islam kelima dengan sempurna.
Dua petugas Landis Sektor 5, Abdul Aziz dan Muhammad Rosi, menceritakan lika-liku pengabdian mereka yang menguras energi sekaligus menghadirkan keharuan mendalam.
Sektor 5 Makkah membawahi 18 hotel dengan total jamaah lansia mencapai sekitar 3.800 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 800 orang jamaah lansia dengan kondisi risiko tinggi memerlukan pengawalan intensif, mulai dari pelaksanaan umrah wajib hingga puncak haji.
“Kami memfokuskan pelayanan pada visitasi hotel, kontrol kesehatan rutin, menyelenggarakan senam lansia, hingga mengawal ibadah umrah wajib," ujar Abdul Aziz ditemui Media Center Haji (MCH), Rabu(17/6/2026).
Untuk jamaah lansia, tim memberikan kelonggaran waktu istirahat satu hari penuh pasca-kedatangan sebelum dijadwalkan menuju Masjidil Haram, berbeda dengan jamaah sehat yang biasanya langsung berangkat setelah enam jam istirahat.
Pendampingan intensif
Proses pendorongan jamaah menuju umrah wajib kerap kali menjadi momen yang paling menyentuh hati. Petugas mengawal ketat perjalanan jamaah dari hotel, menaikkan mereka ke dalam bus, hingga tiba di Terminal Syib Amir.
Di terminal, petugas bergerak cepat berkoordinasi dengan Sektor Khusus (Seksus) untuk memesankan kursi roda, lalu memastikan jamaah bersama pendamping kloter dapat beribadah dengan aman.
“Banyak momen haru di terminal. Jamaah yang kebingungan kami tenangkan dan kami bimbing dari hati ke hati. Saat tahu mereka bisa melihat Ka'bah dan menyelesaikan umrah, rasanya sangat plong. Banyak dari mereka yang menangis haru dan mengucapkan terima kasih kepada tim Landis,” kata Abdul Aziz.