Selasa 16 Jun 2026 20:19 WIB

Forum Peradaban Qurani Dunia Lahirkan Deklarasi Jakarta: Peradaban Lahir dari Rumah

Forum menyerukan lahirnya gerakan global untuk mendukung para orang tua.

Rep: Muhyiddin/ Red: A.Syalaby Ichsan
Pimpinan Ar-Rahman Quranic Learning (AQL) Indonesia Bachtiar Nasir menyampaikan paparannya saat acara World Quranic Civilization Forum di Jakarta, Selasa (16/6/2026). Acara yang digelar oleh Ar-Rahman Quranic Learning (AQL) tersebut digelar dalam rangka menyambut tahun baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah dengan beragam acara seperti bazar umkm, pameran produk-produk Palestina hingga forum diskusi yang diisi oleh para ulama internasional hingga pemerhati Al-Quran dengan tujuan mempererat hubungan dengan Al-Quran sebagai fondasi peradaban umat.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Pimpinan Ar-Rahman Quranic Learning (AQL) Indonesia Bachtiar Nasir menyampaikan paparannya saat acara World Quranic Civilization Forum di Jakarta, Selasa (16/6/2026). Acara yang digelar oleh Ar-Rahman Quranic Learning (AQL) tersebut digelar dalam rangka menyambut tahun baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah dengan beragam acara seperti bazar umkm, pameran produk-produk Palestina hingga forum diskusi yang diisi oleh para ulama internasional hingga pemerhati Al-Quran dengan tujuan mempererat hubungan dengan Al-Quran sebagai fondasi peradaban umat.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Forum Peradaban Qurani Dunia (World Quranic Civilization Forum/WQCF) 1448 Hijriah yang digelar pada Selasa (16/6/2026) melahirkan kesepakatan bersejarah berupa Deklarasi Jakarta yang menegaskan pentingnya keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun kembali peradaban Islam di tengah tantangan modernisasi dan era digital.

Pengarah WQCF 1448 H, Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) mengatakan, deklarasi bertajuk "Dari Keluarga Qurani Menuju Peradaban Qurani" tersebut merupakan hasil kesepakatan para ulama, akademisi, pendidik, pemimpin masyarakat, dan pakar keluarga dari berbagai negara yang berkumpul di Jakarta.

Baca Juga

Menurut UBN, forum internasional itu digelar sebagai respons terhadap berbagai tantangan kontemporer yang mengancam ketahanan keluarga Muslim. "Mereka berkumpul untuk merespons berbagai tantangan kontemporer yang kini tengah mengancam ketahanan keluarga Muslim," ujar UBN di Jakarta, Selasa (16/6/2026).

Dalam Pasal 1 Deklarasi Jakarta, para peserta forum menegaskan bahwa keluarga Muslim merupakan sekolah pertama bagi manusia sekaligus pilar utama masyarakat. Karena itu, kekuatan sebuah peradaban sangat bergantung pada ketahanan keluarga yang dibangun di atas fondasi keimanan, akhlak mulia, dan kasih sayang.

photo
Keluarga saling berpegangan tangan (ilustrasi). Ada beberapa kalimat sederhana namun kuat yang sangat ingin didengar oleh anak dewasa dari orang tua mereka untuk menyembuhkan luka lama dan mempererat ikatan. - (Dok. Freepik)

Selain itu, melalui Pasal 2, WQCF menyerukan agar Alquran tidak hanya dipahami sebagai bacaan spiritual, tetapi juga dijadikan sebagai kerangka hidup atau *framework* utama dalam kehidupan keluarga. Forum tersebut mengajak keluarga Muslim di seluruh dunia menjadikan Alquran sebagai pedoman dalam mendidik anak, membangun komunikasi, hingga menyelesaikan berbagai persoalan rumah tangga.

Deklarasi Jakarta juga menaruh perhatian terhadap berbagai tantangan yang muncul akibat perkembangan teknologi dan globalisasi. Dalam Pasal 3 dan 4, para peserta menekankan pentingnya memperkuat literasi Alquran, kemampuan berpikir kritis, serta menghidupkan kembali nilai-nilai adab seperti integritas, kejujuran, dan rasa hormat sejak dari lingkungan keluarga.

Selain itu, forum menyerukan lahirnya gerakan global untuk mendukung para orang tua melalui berbagai program pendidikan yang aplikatif. Dalam Pasal 5 dan 6, para peserta meminta adanya kolaborasi antara pemerintah, masjid, lembaga pendidikan, media, hingga sektor swasta dalam memperkuat ketahanan keluarga Muslim.

UBN menegaskan, upaya membangun peradaban tidak dapat dilepaskan dari penguatan institusi keluarga. Sebab, dari keluarga yang kokoh akan lahir generasi yang unggul, baik secara intelektual maupun spiritual. Deklarasi Jakarta itu pun ditutup dengan sebuah pesan yang menjadi komitmen bersama seluruh peserta forum.

"Peradaban Dimulai dari Rumah," demikian kalimat penutup yang tercantum dalam Deklarasi Jakarta WQCF 1448 H.

Melalui deklarasi tersebut, para peserta berkomitmen untuk menerjemahkan berbagai kesepakatan yang telah dicapai ke dalam aksi nyata demi melahirkan generasi masa depan yang tangguh dan berkarakter Qurani.

Berita Lainnya

Rekomendasi