Senin 15 Jun 2026 20:14 WIB

Israel Terus Serang Lebanon Usai Gencatan Senjata AS-Iran, Penasihat Senior Mojtaba Hilang Kesabaran

Doktrin poros perlawanan kolektif menegaskan aliansi dengan Hizbullah

Seorang tentara berdiri di lokasi serangan udara Israel yang menargetkan sebuah apartemen di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, 07 Juni 2026. Setidaknya dua orang tewas dan belasan lainnya terluka dalam serangan Israel di pinggiran selatan Beirut, menurut kantor berita resmi Lebanon (NNA).
Foto: EPA/ABBAS SALMAN
Seorang tentara berdiri di lokasi serangan udara Israel yang menargetkan sebuah apartemen di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, 07 Juni 2026. Setidaknya dua orang tewas dan belasan lainnya terluka dalam serangan Israel di pinggiran selatan Beirut, menurut kantor berita resmi Lebanon (NNA).

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT — Tak lama setelah pengumuman kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang mencakup penghentian permusuhan di semua lini—termasuk Lebanon—pasukan penjajah Israel (IOF) justru melanjutkan serangan dan pelanggaran di wilayah Lebanon selatan sejak Senin (15/6) dini hari seperti dikutip dari Al Mayadeen.

Berdasarkan sejumlah laporan, pesawat tempur Israel melancarkan dua serangan udara yang menargetkan kota Majdal Zoun. Sementara itu, sebuah serangan pesawat nirawak (drone) juga menghantam kota Kfar Tebnit.

Baca Juga

Agresi udara tersebut disertai dengan brondongan artileri berat dan terus-menerus yang menyasar kota Nabatieh, Kfar Remman, Nabatieh al-Fawqa, dan Kfar Tebnit. Laporan lapangan juga mengindikasikan adanya serangan tambahan oleh pasukan penjajah di kota Khiam dan Markaba di Lebanon selatan, serta serangan drone di kota Haris, distrik Bint Jbeil, Kegubernuran Nabatieh.

Di tengah situasi tersebut, Direktorat Pertahanan Sipil dari Otoritas Kesehatan Islam Lebanon mengeluarkan pernyataan yang mengucapkan selamat kepada masyarakat atas keteguhan mereka untuk kembali ke rumah dengan penuh martabat. Otoritas tersebut mengapresiasi pengorbanan para syuhada dan pejuang perlawanan.

photo
Warga berjalan di antara bangunan gedung yang hancur akibat serangan udara Israel di Beirut, Lebanon, Rabu (6/5/2026). - (EPA/WAEL HAMZEH)

Meski demikian, pihak Pertahanan Sipil mengimbau warga yang hendak kembali untuk memastikan tangki bahan bakar kendaraan mereka terisi penuh guna menghindari mogok di perjalanan. Pada saat yang sama, warga diminta memprioritaskan keselamatan pribadi karena risiko bahaya tidak serta-merta berakhir dengan adanya pengumuman penghentian permusuhan antara AS dengan Iran.

Otoritas Kesehatan Islam meminta warga untuk tidak terburu-buru kembali ke desa mereka sampai kepastian gencatan senjata dan implementasinya dikonfirmasi oleh pihak berwenang. Warga juga diminta mematuhi sejumlah panduan penting, seperti tidak melakukan perjalanan ke desa pada malam hari, menunggu hingga pagi hari, serta memastikan terlebih dahulu keamanan jalur menuju kota-kota yang terdampak.

photo
Orang-orang mengibarkan bendera Iran dan Hizbullah mendukung serangan Iran terhadap Israel, di alun-alun Valiasr di Teheran, Iran, 7 Juni 2026. Iran meluncurkan rudal ke Israel sebagai pembalasan atas serangan Israel sebelumnya di pinggiran selatan Beirut. - (EPA/ABEDIN TAHERKENAREH)

 

Berita Lainnya

Rekomendasi