Senin 15 Jun 2026 23:30 WIB

Kisah Arung Berhaji Gantikan Ayah yang Wafat: Saya Ingin Memeluknya Lagi

Di Tanah Suci, Arung tak hanya menunaikan haji, tetapi juga mengenang sosok ayah.

Muhammad Najib Arung Petana (30 tahun), seorang haji yang berdomisili di Bali. Di musim haji 2026, Arung berhaji menggantikan ayahnya yang wafat.
Foto: Republika/Fernan Rahadi
Muhammad Najib Arung Petana (30 tahun), seorang haji yang berdomisili di Bali. Di musim haji 2026, Arung berhaji menggantikan ayahnya yang wafat.

Oleh: Jurnalis Republika Fernan Rahadi dari Madinah, Arab Saudi

REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH -- Tidak terbersit dalam benak Muhammad Najib Arung Petana (30 tahun) untuk bisa menunaikan ibadah haji di usia yang terbilang muda. Namun, jalan Arung, sapaan akrabnya, seolah sudah digariskan sejak sang ayah meninggal dunia empat tahun lalu.

Padahal, ayah dan ibunya telah mendaftar haji sejak 2013. Artinya, hanya tinggal beberapa tahun lagi bagi keduanya untuk berangkat menunaikan rukun Islam kelima ke Tanah Suci.

Baca Juga

"Saat itu, ibu mendapatkan informasi bahwa porsi haji bapak bisa dilimpahkan kepada ahli warisnya. Kemudian saya berusaha menanyakan hal itu ke Kementerian Agama dan bank, dan ternyata benar porsi tersebut memang bisa dilimpahkan," kata Arung saat ditemui Republika di Millennium Taiba Hotel, Madinah, Sabtu (13/6/2026).

Pria yang telah beristri dan memiliki satu anak itu sebenanrnya belum cukup yakin untuk menunaikan ibadah haji mengingat saat itu masih dalam suasana duka. Akan tetapi, sang ibu meyakinkan Arung agar berangkat menemaninya.

"Ibu meyakinkan kalau haji itu panggilan, jalannya banyak. Bisa datang dalam kesedihan dan bisa juga diberikan melalui jalan yang lain. Kemudian saya beranggapan saat itu memang saya sudah dipanggil, sudah saatnya bagi saya," ujar karyawan swasta yang berdomisili di Denpasar, Bali tersebut.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

 

Berita Lainnya

Rekomendasi