REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah, Ketua Umum PB Al Jam’iyatul Washliyah, KH Masyhuril Khamis mengajak umat Islam dan organisasi kemasyarakatan Islam untuk memperkuat persatuan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.
Kiai Masyhuril mengatakan, tantangan zaman yang dihadapi semakin kompleks, dari kesulitan ekonomi, polarisasi sosial, ancaman kerusakan akhlak, hingga pengaruh paham yang memecah belah. Karena itu, persatuan di antara sesama ormas Islam menjadi kebutuhan mendesak.
"Perbedaan pendapat dalam hal cabang keagamaan dan cara berdakwah adalah hal yang wajar dan dihormati, namun tidak boleh dijadikan alasan untuk berpecah belah dan saling menjatuhkan," kata Kiai Masyhuril kepada Republika, Senin(15/6/2026).
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: Berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, janganlah bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara. (Ingatlah pula ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk (QS Ali Imran Ayat 103).