Kamis 11 Jun 2026 18:51 WIB

Laporan: Israel Rekrut Penasihat Presiden UEA

Netanyahu menggelar sejumlah pertemuan dengan para pejabat tinggi UEA.

Ilustrasi agen Mossad.
Foto: Anadolu Agency
Ilustrasi agen Mossad.

REPUBLIKA.CO.ID,TEHERAN — Salah satu penasihat paling berpengaruh bagi Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed bin Zayed (MBZ) dilaporkan telah aktif bekerja sama dengan badan intelijen Israel sejak 2015. Demikian laporan yang dirilis kantor berita Iran, Tasnim, dengan mengutip sumber keamanan tepercaya.

Menurut sumber keamanan tersebut, penasihat kepresidenan itu pertama kali menarik perhatian badan keamanan Israel pada 2007 karena sikap-sikap politiknya. Upaya Israel untuk mendekati dan memanfaatkannya kemudian memasuki fase baru pada 2015.

Baca Juga

Sumber itu menambahkan bahwa potensi nilai strategis sang penasihat bagi Tel Aviv pertama kali diidentifikasi oleh Kementerian Luar Negeri Israel, melalui sebuah unit keamanan khusus yang dikenal sebagai "Mamad". Unit Mamad ini disebut-sebut memainkan peran kunci dalam mengidentifikasi, membangun hubungan, serta memengaruhi pandangan politik penasihat tersebut.

Selanjutnya, Dinas Intelijen Luar Negeri Israel, Mossad, dilaporkan mengambil alih berkas penasihat tersebut pada 2018. Sejak saat itu, Mossad memegang kendali penuh dalam menjaga komunikasi langsung dengan sang penasihat.

photo
Dr. Sultan Ahmed Al Jaber, President-Designate of COP28 and UAEs Minister for Industry and Advanced Technology, speaks at a press conference during the UN Climate Change Conference COP28, in Dubai, United Arab Emirates, 04 December 2023. The 2023 United Nations Climate Change Conference (COP28), runs from 30 November to 12 December, and is expected to host one of the largest number of participants in the annual global climate conference as over 70,000 estimated attendees, including the member states of the UN Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), business leaders, young people, climate scientists, Indigenous Peoples and other relevant stakeholders will attend. - (EPA-EFE/MARTIN DIVISEK)

Hubungan militer UEA-Israel kian mesra

Pengungkapan informasi ini mencuat di tengah kerja sama keamanan antara UEA dan Israel yang kini mencapai tingkat keterbukaan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Pada awal Mei lalu, harian Financial Times melaporkan bahwa rezim Israel telah mentransfer sistem persenjataan canggih ke UEA selama perang AS-Israel melawan Iran.

Persenjataan tersebut mencakup sistem pertahanan laser Iron Beam versi terbaru serta platform deteksi drone yang dikenal sebagai "Spectro". Pengerahan teknologi militer ini juga melibatkan puluhan personel militer Israel yang mengoperasikan sistem tersebut langsung di wilayah daratan UEA.

Pada akhir bulan yang sama, saluran berita i24NEWS dengan mengutip sumber-sumber Amerika melaporkan bahwa kedua belah pihak tengah berupaya mendirikan dana bersama untuk membiayai dan mengembangkan sistem persenjataan, termasuk platform pertahanan udara dan antipasukan nirawak (drone).

 

Berita Lainnya

Rekomendasi