REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Gizi Nasional (BGN) memulai moratorium atau penghentian sementara penambahan dapur baru untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menanggapi hal tersebut, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Fahrur Rozi yang akrab disapa Gus Fahrur, mengatakan hal itu bisa menjadi momentum untuk memperkuat manajemen dan meningkatkan kualitas layanan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ormas Islam dan pesantren.
Gus Fahrur mengatakan, moratorium penambahan dapur baru MBG merupakan langkah konsolidasi dan evaluasi yang wajar agar tata kelola, kualitas layanan, dan pengawasan program dapat berjalan lebih baik sebelum dilakukan ekspansi lebih lanjut.
"Kebijakan ini saya kira tidak berarti program MBG dihentikan," kata Gus Fahrur kepada Republika, Rabu (10/6/2026).
Ia mengatakan, bagi SPPG yang sudah beroperasi dan memenuhi ketentuan, moratorium tersebut seharusnya tidak berdampak signifikan sehingga tetap bisa berjalan. Yang kemungkinan terdampak adalah rencana pembukaan SPPG baru yang masih dalam proses pengajuan.
"Saya berharap MBG santri pesantren termasuk dalam kategori prioritas yang terus dijalankan," ujarnya.
Gus Fahrur mengatakan, bagi dapur ormas Islam dan pesantren yang belum beroperasi, kondisi ini bisa menjadi momentum untuk memperkuat manajemen dan meningkatkan kualitas layanan sehingga siap berkontribusi lebih besar ketika moratorium dicabut.
Lihat postingan ini di Instagram