Rabu 10 Jun 2026 12:41 WIB

Sambut Jamaah Gelombang Dua, Klinik Satelit di Madinah akan Beroperasi 24 Jam

Layanan kesehatan kini menempati area baru di Hotel Manazil Al Rahma.

Rep: Fernan Rahadi/ Red: A.Syalaby Ichsan
Dokter memeriksa kesehatan calon haji di Klinik Kesehatan Satelit, kawasan Hotel Arkan Bakkah, Mahbas Jin, Mekah, Arab Saudi, Selasa (13/6/2023). Kemenag menyiapkan layanan pos kesehatan satelit di seluruh hotel yang ada di semua sektor kawasan Mekah untuk mendekatkan layanan kesehatan bagi jamaah calon haji selama pelaksanaan ibadah haji.
Foto: Antara/Wahyu Putro A
Dokter memeriksa kesehatan calon haji di Klinik Kesehatan Satelit, kawasan Hotel Arkan Bakkah, Mahbas Jin, Mekah, Arab Saudi, Selasa (13/6/2023). Kemenag menyiapkan layanan pos kesehatan satelit di seluruh hotel yang ada di semua sektor kawasan Mekah untuk mendekatkan layanan kesehatan bagi jamaah calon haji selama pelaksanaan ibadah haji.

REPUBLIKA.CO.ID,MADINAH — Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Madinah semakin meningkatkan fasilitas pelayanan medis demi menjamin kesehatan jamaah haji.

Saat ini, Sektor 3 Daker Madinah telah mengoperasikan tempat pelayanan kesehatan baru yang dinilai lebih strategis dan representatif. Fasilitas ini diharapkan dapat mempercepat respons penanganan medis bagi jamaah yang membutuhkan pengobatan darurat maupun rawat jalan selama berada di Madinah.

Baca Juga

Petugas Kesehatan Sektor 3 Daker Madinah, Much Agung, mengonfirmasi klinik satelit yang merupakan layanan kesehatan kini menempati area baru di Hotel Manazil Al Rahma.

"Kami mewakili dari tim kesehatan Sektor 3, kebetulan Sektor 3 baru saja mendapatkan tempat klinik satelit baru yaitu di Hotel Manazil al Rahma. Kemudian sudah kita lakukan setting untuk kegiatan yang bisa kita lakukan di klinik ini, yaitu pemeriksaan rawat jalan untuk jemaah-jemaah kita akan lakukan di sini," jelas dia kepada wartawan Media Center Haji (MCH), Selasa (9/6/2026).

Selain melayani pemeriksaan umum, klinik satelit di Hotel Manasil al Rahma ini membawa inovasi baru dalam sistem penunjang medis. Inovasi ini memangkas birokrasi prosedur laboratorium sehingga diagnosa penyakit jemaah bisa ditegakkan lebih cepat.

"Kemudian ada yang baru yaitu kita bisa melakukan sampling darah, yang hasilnya kita bisa ambil sampelnya di sini, kemudian akan kita kirim ke KKHI (Klinik Kesehatan Haji Indonesia) untuk dilakukan pemeriksaan di KKHI, sehingga akan mempercepat alur pemeriksaan lab dari jemaah ke KKHI,"jelas Agung.

photo
Suasana Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi usai shalat subuh berjamaah, Ahad (10/5/2026) pagi waktu setempat. - (Republika/Fernan Rahadi)

 

sumber : MCH 2026
Berita Lainnya

Rekomendasi