Rabu 10 Jun 2026 06:05 WIB

Gambaran Alam Kubur Menurut Ulama dan Empat Amalan agar Selamat dari Siksa Kubur

Alam kubur menjadi fase pertama akhirat yang penuh kenikmatan atau siksaan.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Ani Nursalikah
Bunga-bunga ditaburkan di atas makam yang terendam banjir di TPU Semper, Jakarta Utara, Ahad (15/2/2026).
Foto: Republika/Thoudy Badai
Bunga-bunga ditaburkan di atas makam yang terendam banjir di TPU Semper, Jakarta Utara, Ahad (15/2/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kematian bukanlah akhir perjalanan manusia. Setelah meninggalkan dunia, setiap orang akan memasuki alam kubur, sebuah fase awal kehidupan akhirat yang menjadi tempat pertama menerima balasan atas iman dan amal selama hidup.

Dalam sejumlah riwayat yang dijelaskan para ulama, alam kubur dapat menjadi taman penuh kenikmatan bagi orang beriman atau tempat siksaan bagi mereka yang mengabaikan perintah Allah SWT.

Baca Juga

Imam Abu Laits As-Samarqandi dalam kitab Tanbihul Ghafilin menerangkan bahwa Abu Ja'far meriwayatkan dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhu, apabila seorang mukmin diletakkan di dalam kuburnya, maka kuburnya akan dilapangkan sejauh 70 hasta, ditaburi harum-haruman, dan ditutupi dengan kain sutera.

Apabila ia hafal sebagian Alquran, maka hafalannya itu akan menerangi seluruh kuburnya. Jika ia tidak hafal, maka akan dibuatkan baginya cahaya seperti matahari di dalam kuburnya.

Mukmin tersebut dalam kuburnya berada dalam keadaan seperti pengantin baru yang tertidur dan tidak dibangunkan kecuali oleh istri yang sangat dicintainya. Ketika ia bangun dari tidurnya, ia merasa seakan-akan belum puas dari tidur tersebut.

 

 

Berita Lainnya

Rekomendasi