Selasa 09 Jun 2026 12:00 WIB

Al-Qassam Publikasikan Rudal Ayyash 250, Digunakan saat Badai Al-Aqsa Tembus Israel

Al-Qassam akan terus melanjutkan perjuangan.

Pejuang Brigade Al-Qassam sebelum menyerahkan seorang tawanan Israel ke Palang Merah di Gaza pada 2025.
Foto: EPA
Pejuang Brigade Al-Qassam sebelum menyerahkan seorang tawanan Israel ke Palang Merah di Gaza pada 2025.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA— Brigade Izzuddin Al-Qassam, sayap militer Hamas, merilis rekaman yang untuk pertama kalinya memperlihatkan momen peluncuran perdana rudal “Ayyash 250” pada Mei 2021.

Dilansir Aljazeera, Selasa (9/6/2026), rekaman tersebut ditampilkan dalam sebuah video yang didedikasikan untuk syuhada Mahmoud Ibrahim Misbah, anggota satuan artileri Brigade Khan Younis yang berada di bawah Al-Qassam.

Baca Juga

Video itu merupakan bagian dari seri dokumentasi para syuhada dalam operasi “Badai Al-Aqsa”.

Cuplikan yang dirilis memperlihatkan berbagai tahapan persiapan rudal dan peluncurnya, termasuk proses teknis dan persiapan akhir sebelum rudal tersebut resmi diluncurkan.

Pada 13 Mei 2021, yang merupakan hari keempat pertempuran “Saif Al-Quds” (Pedang Al-Quds), juru bicara Al-Qassam, Abu Ubaidah, mengumumkan peluncuran rudal Ayyash 250 ke arah Bandara Ramon di wilayah selatan Palestina yang diduduki.

Peluncuran rudal tersebut dilakukan atas perintah langsung pimpinan tertinggi Brigade Al-Qassam saat itu, Mohammed Deif, dalam perang yang disebut sebagai perang keempat.

Rudal itu diarahkan ke Bandara Ramon yang berjarak sekitar 220 kilometer. Ayyash 250 merupakan rudal paling mutakhir dalam arsenal Al-Qassam saat itu, dengan jangkauan hingga 250 kilometer.

Nama rudal tersebut diambil dari Yahya Ayyash, seorang insinyur dan salah satu tokoh paling menonjol dalam sejarah Brigade Al-Qassam yang gugur dalam operasi Israel pada 1995.

Rudal Ayyash 250 dianggap sebagai lompatan penting dalam kemampuan persenjataan roket kelompok perlawanan.

Hal ini karena memungkinkan mereka menjangkau wilayah-wilayah yang sebelumnya berada di luar cakupan serangan. Rudal ini juga disebut telah digunakan kembali dalam operasi Badai Al-Aqsa pada Oktober 2023.

Berita Lainnya

Rekomendasi