Senin 08 Jun 2026 13:43 WIB

Jamaah Haji yang Kembali ke Tanah Air Diharapkan Merawat Kemabrurannya

Haji yang mabrur dapat membawa kebangkitan nasional.

Rep: Fernan Rahad/ Red: Ani Nursalikah
Jamaah haji kelompok terbang (kloter) pertama debarkasi Balikpapan menunggu kedatangan bus setibanya di Bandara Sultan Aji  Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Kalimantan Timur, Ahad (7/6/2026). Sebanyak 360 jamaah haji asal Kota Samarinda tiba di tanah air usai menunaikan rangkaian ibadah haji 1447 H sementara satu orang haji meninggal dunia di Jeddah, Arab Saudi.
Foto: ANTARA FOTO/Angga Palguna
Jamaah haji kelompok terbang (kloter) pertama debarkasi Balikpapan menunggu kedatangan bus setibanya di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Kalimantan Timur, Ahad (7/6/2026). Sebanyak 360 jamaah haji asal Kota Samarinda tiba di tanah air usai menunaikan rangkaian ibadah haji 1447 H sementara satu orang haji meninggal dunia di Jeddah, Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH -- Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah (Sekjen Kemenhaj) Teguh Dwi Nugroho mengatakan jamaah haji Indonesia yang telah kembali ke tanah air agar menjadi pribadi yang lebih baik dan menularkan kebaikan kepada keluarga, tetangga dan lingkungannya.

"Jamaah haji yang sudah kembali ke tanah air, yang sudah mendapatkan haji mabrur, hendaknya merawat kemabruran itu dengan sebaik-baiknya," ucap Sekjen Kemenhaj Teguh kepada Media Center Haji di Madinah dikutip pada Jumat (5/6/2026).

Baca Juga

“Sehingga berguna untuk keluarganya, lingkungan, masyarakat, kemudian berguna untuk bangsa dan negara. Dimana kesalehan-kesalehan yang didapatkan dari berhaji di tanah suci kemudian ini ditularkan kepada masyarakat di sekitarnya," ujarnya.

Teguh mengatakan, dengan mengamalkan dan menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke tanah air, hal ini dapat membawa kebangkitan nasional yang artinya para jamaah haji yang pulang ke Indonesia membawa nasionalisme yang semakin tinggi, cinta tanah air, cinta bangsa dan cinta negara.

“Ini kemudian tentu bisa memberikan dampak bagaimana peradaban dan keadaban itu menjadi jati diri bangsa Indonesia,” kata pria yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah (KaKanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan (DJPb Kemenkeu) Provinsi Jawa Barat.

Selain itu, Teguh juga mengingatkan agar masyarakat Indonesia tidak mudah tertipu modus penipuan haji nonprosedural yang ditawari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Imbauannya kepada para calon jamaah haji Indonesia yang ingin berhaji agar melakukan ini dengan cara-cara prosedural. Caranya bagaimana? Yaitu mendaftar ke Kementerian Haji dan Umrah di Indonesia dimanapun berada," katanya.

Kemudian bagi jamaah yang ingin mendaftarkan dirinya di haji khusus, Teguh mengingatkan untuk mendaftarkan ke Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang terdaftar di aplikasi Satu Haji Kementerian Haji dan Umrah.

“Jadi sekali lagi, PIHK yang memberangkatkan haji, salah satunya yang haji khusus, itu yang terdaftar di aplikasi satu haji Kementerian Haji dan Umrah," tuturnya.

sumber : MCH 2026
Berita Lainnya

Rekomendasi