Sabtu 06 Jun 2026 14:00 WIB

Piagam Madinah: Cermin Jernih Peradaban Manusia dan Kemanusiaan

Piagam Madinah menjadi fondasi peradaban.

Suasana Masjid Nabawi jelang musim haji 2026 di Madinah, Arab Saudi, Senin pagi (20/4/2026) waktu setempat.
Foto: Republika/Fernan Rahadi
Suasana Masjid Nabawi jelang musim haji 2026 di Madinah, Arab Saudi, Senin pagi (20/4/2026) waktu setempat.

Oleh: Azis Subekti, mahasiswa Program Doktor Hukum UAI, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Ada perasaan yang sulit dijelaskan ketika kaki pertama kali menapak di Madinah.

Kota itu tidak menghadirkan kemegahan seperti pusat-pusat dunia modern yang dipenuhi gedung pencakar langit, laboratorium teknologi, atau hiruk-pikuk industri global. Gurun mengelilinginya.

Baca Juga

Matahari turun dengan cahaya yang keras. Angin membawa debu dan jejak sejarah yang panjang.

Namun entah mengapa, justru di kota itu manusia merasa sedang berada sangat dekat dengan sumber peradaban.

Di malam hari, ketika pelataran Masjid Nabawi mulai dipenuhi langkah manusia dari berbagai bangsa, ada kesadaran yang pelan-pelan tumbuh di dalam batin: Madinah mungkin bukan kota yang melahirkan mesin-mesin modern, melainkan di sanalah banyak teknologi peradaban manusia pertama kali menemukan bentuk moralnya.

Kota yang nyaris tak memiliki aliran sungai besar itu justru mengajarkan bagaimana manusia membangun sistem penyediaan air bersih dan distribusinya, solidaritas sosial, dan disiplin hidup bersama di tengah keterbatasan alam.

Kota yang berada di tengah padang tandus itu tidak pernah benar-benar kehilangan kehidupan.

Seolah ada pelajaran sunyi bahwa peradaban besar tidak selalu lahir dari kelimpahan sumber daya, melainkan dari kemampuan manusia mengelola amanah dan menjaga keadilan.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi