Jumat 05 Jun 2026 14:02 WIB

Ekosistem Haji Bisa Jadi Jalan UMKM Halal Indonesia Tembus Timur Tengah

BPKH Limited berpeluang menjadi jembatan ekonomi Indonesia-Arab Saudi.

Jamaah haji dari berbagai negara melaksanakan Tawaf Ifadah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Ahad (31/5/2026). Jamaah haji dari berbagai negara kembali memadati Masjidil Haram untuk menyelesaikan rangkaian ibadah haji yakni Tawaf Ifadah, Sai dan Tahalul.
Foto: ANTARA FOTO/Citro Atmoko
Jamaah haji dari berbagai negara melaksanakan Tawaf Ifadah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Ahad (31/5/2026). Jamaah haji dari berbagai negara kembali memadati Masjidil Haram untuk menyelesaikan rangkaian ibadah haji yakni Tawaf Ifadah, Sai dan Tahalul.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ekosistem haji dan umrah tidak boleh hanya dipandang sebagai layanan ibadah semata. Sektor ini dinilai dapat menjadi pintu masuk untuk memperkuat perdagangan, investasi, dan ekspor produk halal Indonesia ke Arab Saudi serta pasar Timur Tengah.

Ketua Komite Pengembangan Industri Halal dan Ekosistem Haji Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) sekaligus Presiden Indonesia Saudi Arabia Business Council (ISABC), Muhammad Hasan Gaido, mengatakan potensi ekonomi yang lahir dari penyelenggaraan haji dan umrah sangat besar jika dikelola secara terintegrasi.

Baca Juga

"Saya yakin peran ini sangat menguntungkan masyarakat dan bangsa Indonesia. Mari kita bangun jembatan perdagangan ekspor produk halal, penguatan ekosistem haji, dan investasi Indonesia-Arab Saudi. Dengan demikian, UMKM Indonesia yang sudah memiliki sertifikasi halal dapat lebih mudah masuk ke pasar Arab Saudi dan Timur Tengah," kata Hasan Gaido di Makkah.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menerima kunjungan Mudir BPKH Limited Makkah Iman Ni'matullah bersama Kepala Divisi Hukum dan Kepatuhan BPKH Limited Dilal Adlin Fadil di Hotel Sofwah, Makkah.

Menurut Hasan, BPKH Limited memiliki peluang besar untuk memperluas perannya sebagai jembatan ekonomi Indonesia dan Arab Saudi. Sinergi tersebut dapat diperkuat melalui kolaborasi dengan IAEI yang dipimpin Ketua Umum Prof Dr KH Nasaruddin Umar yang juga Menteri Agama RI.

Hasan menjelaskan, IAEI memiliki jaringan pengurus dan anggota yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, termasuk kompartemen yang berada di berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta. Karena itu, kolaborasi berbagai pihak diyakini mampu memperkuat pengembangan ekosistem haji dan industri halal nasional.

"Melalui kolaborasi IAEI dengan berbagai pemangku kepentingan, insya Allah akan memberikan dampak yang luas karena IAEI memiliki jaringan pengurus dan anggota di berbagai daerah Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, Mudir BPKH Limited Makkah Iman Ni'matullah menyampaikan apresiasi atas kesempatan berdiskusi terkait penguatan ekosistem haji dan umrah Indonesia di Arab Saudi.

Iman menjelaskan, BPKH Limited merupakan perusahaan yang seluruh sahamnya dimiliki oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Republik Indonesia. Perusahaan tersebut memiliki mandat menjalankan berbagai aktivitas bisnis yang mendukung ekosistem haji dan umrah sekaligus memberikan nilai manfaat yang lebih luas bagi Indonesia.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi