REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT— Meski militer Israel mengumumkan telah menguasai secara penuh Benteng Shuqif (Beaufort) yang strategis di Lebanon selatan, berbagai peringatan di dalam Israel justru semakin menguat mengenai meningkatnya efektivitas drone kamikaze yang digunakan Hizbullah.
Perkembangan ini dinilai mulai memengaruhi jalannya operasi darat serta mengganggu pergerakan pasukan Israel di medan tempur.
Laporan sejumlah media Israel mengungkap bahwa militer sedang melakukan investigasi untuk memahami bagaimana drone-drone Hizbullah berhasil mencapai posisi pasukannya pada malam hari.
Penyelidikan ini dilakukan setelah serangkaian serangan yang dalam beberapa hari terakhir menewaskan dan melukai sejumlah tentara Israel.
Menurut koresponden Aljazeera di Palestina, Muhammad Khairi, dikutip Kamis (4/6/2026), perhatian terhadap ancaman tersebut mengemuka setelah Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengakui bahwa drone Hizbullah kini menjadi tantangan besar bagi militer Israel dalam pertempuran yang berlangsung di Lebanon selatan.
Sumber-sumber Israel menyebutkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir Hizbullah meningkatkan penggunaan drone pada malam hari.
Drone-drone tersebut didukung kemampuan operasional yang memungkinkan mereka bergerak menuju sasaran dengan tingkat akurasi tinggi meskipun berada dalam kondisi medan yang rumit.
Menurut Khairi, yang dimaksud adalah drone yang terhubung dengan kabel serat optik (fiber optic).