REPUBLIKA.CO.ID,MAKKAH — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak menilai pelaksanaan ibadah haji pada 2026 mencatatkan sejumlah capaian positif. Salah satunya, ujar Dahnil, terjadi penurunan angka kematian jamaah haji Indonesia dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Penurunan angka fatalitas tersebut merupakan buah dari penerapan kebijakan pengetatan syarat istithaah atau kelayakan kesehatan yang diberlakukan secara tegas oleh pemerintah Indonesia sebelum masa keberangkatan jamaah.
"Jadi catatan bahwasannya jumlah kematian jamaah haji kita itu menurun drastis. Tahun lalu 400-an, sekarang itu jamaah haji kita yang per hari ini 180-an. Jadi penurunannya drastis sekali dari 400 menjadi 180-an," ujar Wamenhaj di Makkah, Rabu(3/6/2026).
Penurunan kematian yang mencapai lebih dari separuh tersebut, lanjut Wamenhaj, membuktikan bahwa jamaah yang diberangkatkan pada tahun ini berada dalam kondisi fisik yang relatif jauh lebih sehat.
Kebijakan istithaah kesehatan tersebut pada dasarnya merupakan mandat mutlak dari Kerajaan Arab Saudi selaku tuan rumah penyelenggara ibadah haji. Karena itu, Indonesia terus menyesuaikan standar demi kebaikan bersama.
View this post on Instagram
Wamenhaj juga berharap dan berdoa agar hingga akhir musim haji ini, tidak ada lagi penambahan angka kematian jamaah asal Indonesia. Selain pencapaian di bidang kesehatan, Wamenhaj Dahnil menyampaikan bahwa perbaikan manajerial pada 2026 mendapatkan apresiasi langsung dari Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi.
Pihak otoritas Saudi menilai bahwa Indonesia berhasil melakukan "lompatan yang sangat jauh" dalam penyelenggaraan ibadah haji.