REPUBLIKA.CO.ID,TANGERANG — Penguatan deteksi dini dan kolaborasi lintas sektor di pintu masuk negara dinilai menjadi kunci dalam menjaga kesehatan jamaah haji Indonesia. Upaya tersebut dinilai berhasil menekan angka kesakitan dan kematian jamaah pada penyelenggaraan haji tahun ini.
Hal itu disampaikan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Oktavianus saat meninjau langsung proses pemulangan jamaah haji kloter perdana Provinsi Banten di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa(2/6/2026).
Menurut Benny, keberhasilan tersebut tidak lepas dari penerapan skrining kesehatan yang ketat sejak fase keberangkatan di Asrama Haji Pondok Gede. Kebijakan pembatalan keberangkatan bagi calon jamaah yang tidak memenuhi syarat kesehatan dinilai efektif mencegah risiko yang lebih besar selama pelaksanaan ibadah haji.
View this post on Instagram
"Ketika saya meninjau Asrama Haji Pondok Gede saat pemberangkatan, ada 14 calon jamaah haji yang dibatalkan keberangkatannya karena kondisi kesehatannya tidak memungkinkan. Hasilnya, angka kesakitan dan angka kematian turun jauh dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," ujar Benny dalam siaran persnya, Rabu (3/6/2026).
Ia menjelaskan, fase debarkasi menjadi tahapan krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji karena menjadi momentum pemantauan kesehatan jamaah setelah menempuh perjalanan panjang dari Tanah Suci.
Pada tahap ini, petugas kesehatan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mendeteksi kemungkinan penyakit menular maupun gangguan kesehatan lain yang memerlukan penanganan lanjutan.